Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Mau Diusir BEI, AirAsia (CMPP) Siap Rights Issue pada 2021

AirAsia tengah mempersiapkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue untuk meningkatkan kepemilikan saham publik di Bursa Efek Indonesia.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  13:43 WIB
AirAsia - Bloomberg
AirAsia - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten aviasi PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) berencana melakukan rights issue untuk memenuhi ketentuan free float 7,5 persen dan mempertahankan status sebagai perusahaan terbuka.

Berdasarkan ketentuan V Peraturan Bursa No. 1 A berisi tentang persyaratan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama paling sedikit 50 juta saham dan paling sedikit 7,5 persen dari jumlah saham dalam modal disetor.

Mengutip data susunan pemegang saham dalam Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 30 September 2020, saham CMPP dimiliki sebesar 49,16 persen oleh PT Fersindo Nusaperkasa dan 49,25 persen oleh AirAsia Investment Ltd.

Sementara sisanya porsi saham sebesar 1,59 persen digenggam oleh masyarakat. Porsi kepemilikan publik ini tidak memenuhi aturan free float sebesar 7,5 persen sehingga saham CMPP pun digembok oleh Bursa Efek Indonesia.

Apabila perseroan tak segera memehui persyaratan free float itu, CMPP akan didepak dari lantai bursa ketika masa suspensi mencapai 24 bulan pada 5 Agustus 2021.

Head of Corporate Secretary AirAsia Indonesia Indah Permatasari Saugi mengatakan saat ini emiten dengan kode saham CMPP itu tengah mempersiapkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue untuk meningkatkan kepemilikan saham publik di Bursa Efek Indonesia.

“Perseroan percaya bahwa dengan memperbaiki kinerja secara optimal dan peningkatan nilai perusahaan akan mempermudah perseroan untuk dapat melakukan aksi korporasi yang telah direncanakan oleh perseroan guna memenuhi ketentuan V Peraturan Bursa No. 1-A Bursa Efek Indonesia,” tulis Indah dalam keterbukaan informasi, Rabu (30/12/2020).

Dalam rangka meningkatkan kinerja pada 2021, CMPP telah menyiapkan sejumlah strategi yang akan dieksekusi pada paruh pertama tahun depan.

Indah menunjukkan bahwa pendapatan CMPP mulai meningkat sejak kuartal IV/2020 setelah perseroan meraih peringkat tertinggi berupa tujuh bintang penuh untuk COVID-19 Health Ratings yang diberikan oleh para ahli aviasi di Airlineratings.com.

Adapun, seluruh armada pesawat AirAsia diklaim telah dilengkapi dengan fitur penyaring udara HEPA (High Efficiency Particulate Arresters) yang dapat menyaring 99,9 persen partikel debu dan kontaminan di udara seperti virus dan bakteri dan memperbarui udara setiap 2-3 menit.

Pesawat yang digunakan langsung didesinfeksi segera setelah selesai penerbangan sesuai dengan standar keselamatan operasional AirAsia.

“Perseroan masih terus fokus memulihkan minat dan kepercayaan masyarakat untuk bepergian menggunakan transportasi udara selama masa adaptasi kebiasaan baru sejalan dengan arahan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,” tulis Indah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia airasia right issue
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top