Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Menguat Sepekan, Ini Prediksi IHSG Awal Pekan Depan

Secara mingguan IHSG masih mencetak kinerja positif yakni 2,03 persen akibat reli empat hari sebelumnya. Bagaimana prediksi awal pekan depan?
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 22 November 2020  |  09:57 WIB
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/10/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah bergerak lincah pekan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bakal mengawali pergerakannya di pekan ini dengan lemah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks komposit ditutup terkoreksi 0,40 persen ke level 5571.66 pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (20/11/ 2020). Namun, secara mingguan IHSG masih mencetak kinerja positif yakni 2,03 persen akibat reli empat hari sebelumnya.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan akhir pekan lalu IHSG ditutup melemah yang diakibatkan oleh aksi profit taking setelah sepekan terakhir terus menguat hingga memasuki area jenuh beli.

Untuk pergerakan Senin (23/11/2020), Dennies memperkirakan IHSG belum akan bangkit. Menurutnya, pergerakan akan minim sentimen dari data perekonomian pada awal pekan dan tertekan oleh perkembangan kasus Covid-19 secara global yang masih meningkat.

“Secara teknikal juga saat ini pergerakan diperkirakan masih akan mengalami koreksi,” ungkapnya dalam riset harian yang dikutip Bisnis, Minggu (22/11/2020).

Dia menyebut IHSG bakal bergerak dalam level resistance 5.652—5.611 serta level support 5.546—5.522. Beberapa saham yang dapat dicermati menurut Artha Sekuritas antara lain BSDE, MNCN, serta TINS.

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada 5529.96 hingga 5695.53. Adapun berdasarkan indikator, MACD masih menunjukkan sinyal positif.

“Meskipun demikian, stochastic dan RSI mulai menunjukkan overbought atau jenuh beli. Di sisi lain, terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG,” tulis Nafan dalam risetnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia rekomendasi saham prediksi ihsg
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top