Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham HSBC Catat Lonjakan Terbesar Sejak April 2009

Padahal, pekan lalu saham HSBC mencatatkan pelemahan hingga 8,9 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 September 2020  |  12:37 WIB
 Gedung HSBC di London, Inggris, Rabu (8/8/2018). - Reuters/Hannah McKay
Gedung HSBC di London, Inggris, Rabu (8/8/2018). - Reuters/Hannah McKay

Bisnis.com, JAKARTA – Saham HSBC Holdings Plc melonjak dengan laju tertinggi sejak tahun 2009 di bursa Hong Kong, sekaligus pulih dari level terendah sejak 25 tahun, setelah pemegang saham terbesarnya meningkatkan kepemilikan.

Berdasarkan data Bloomberg, saham HSBC melonjak 9,2 persen ke level HK$30,80 pada pukul 12.10 WIB di indeks Hang Seng, terbesar sejak April 2009. Pada pekan lalu, saham HSBC melemah hingga 8,9 persen.

Ping An Insurance Group Co., pekan lalu membeli 10,8 juta saham HSBC dan meningkatkan kepemilikannya menjadi 8 persen. Juru bicara Ping Ang mengatakan perseroan tetap yakin dengan prospek jangka panjang HSBC. Penurunan harga saham dan valuasi baru-baru ini hanya meningkatkan daya tarik HSBC.

“Ping An percaya penangguhan pembayaran dividen HSBC adalah masalah jangka pendek dan telah secara aktif berkomunikasi dengan bank mengenai kemungkinan pembayaran dividen di masa depan,” kata juru bicara tersebut, seperti dikutip Bloomberg.

HSBC telah jatuh ke level terendah 25 tahun, sebagian menyusul berita dari surat kabar Partai Komunis China, Global Times, bahwa bank tersebut dapat dimasukkan ke dalam daftar “entitas yang tidak dapat diandalkan”. Daftar ini digunakan untuk menghukum perusahaan, organisasi, atau individu yang merusak keamanan nasional.

Direktur eksekutif Uob Kay Hian (Hong Kong) Ltd. Steven Leung mengatakan  bahwa investasi Ping An menjadi pendorong penguatan hari ini. Namun, ia mengingatkan bahwa masalah HSBC masih ada.

“Lingkungan keseluruhan masih menantang karena suku bunga rendah dan tidak ada kejelasan kapan HSBC akan dapat membagikan dividen lagi, serta ada ketegangan antara China dan AS,” ujar Leung.

HSBC juga termasuk di antara bank global yang disebutkan dalam laporan Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) mengenai tentang pemberi pinjaman yang “terus mengambil untung dari kejahatan finansial dalam dua dekade terakhir.

Menanggapi laporan ICIJ minggu lalu, HSBC mengatakan bahwa mulai tahun 2012, bank memulai perjalanan tahun untuk memperbaiki kemampuannya dalam memerangi kejahatan keuangan di lebih dari 60 yurisdiksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hsbc holdings plc harga saham
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top