Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Makin Dinamis, Manajer Investasi Kocok Ulang Portofolio

Chief Investment Officer KISI Asset Management Susanto Chandra mengatakan jelang kuartal terakhir tahun ini sentimen terhadap pasar modal akan semakin dinamis, khususnya terkena sentimen dari global.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 16 September 2020  |  04:44 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi pasar yang kian dinamis akibat sentimen dari global maupun lokal membuat manajer investasi getol melakukan rebalancing atau kocok ulang portofolionya.

Chief Investment Officer KISI Asset Management Susanto Chandra mengatakan jelang kuartal terakhir tahun ini sentimen terhadap pasar modal akan semakin dinamis, khususnya terkena sentimen dari global.

Dia menyebut memasuki kuartal III/2020 pasar global akan fokus memantau pemulihan ekonomi negara-negara maju, serta perkembangan Pemilu di Amerika Serikat. Adapun, di dalam negeri fokus perhatiannya investor masih dalam penanganan Covid-19.

“Dikarenakan kondisi akan cenderung lebih dinamis dari periode sebelumnya, kami akan lebih sering melakukan rebalancing,” ujar dia kepada Bisnis, Selasa (15/9/2020).

Adapun, saat ini KISI AM fokus melakukan rebalancing kepada saham-saham yang akan lebih diuntungkan dari pemulihan ekonomi global seperti sektor komoditas dan dollar earner yang diperoleh dari aktivitas ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham rekomendasi saham pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top