Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anies Tak Sebut Jakarta PSBB Total, IHSG Menghijau Lagi Besok?

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengumumkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang lebih ketat, sehingga memengaruhi laju pasar saham.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 September 2020  |  15:05 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA— Ketangguhan indeks harga saham gabungan menghadapi tekanan pemberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar akan diuji pada perdagangan Senin (14/9/2020).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengumumkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang lebih ketat di tengah peningkatan angka penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19 di Ibu Kota.

Hal itu diumumkan langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers penerapan PSBB di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

PSBB ketat itu, kata Anies, akan mulai berlaku besok, Senin (14/9/2020) hingga Minggu (27/9/2020) atau berlaku selama dua pekan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) mampu unjuk gigi pada perdagangan Jumat (11/9/2020). Sempat amblas 2,34 persen pada pembukaan, indeks mampu kembali ke zona hijau dan menutup pekan dengan penguatan 2,56 persen atau 125,25 ke level 5.016,712.

Total transaksi saham di seluruh papan perdagangan mencapai Rp14 triliun pada sesi Jumat (11/9/2020). IHSG mampu menguat signifikan dan kembali ke level 5.000 di tengah aksi jual atau net sell investor asing yang mencapai Rp2,26 triliun.

Sesi sebelumnya, IHSG tidak mampu menahan sentimen pemberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) wilayah DKI Jakarta mulai Senin (14/9/2020). Laju indeks harus kembali meninggalkan level 5.000 setelah bertahan sejak 8 Juli 2020.

IHSG tercatat amblas 5,009 persen ke level 4.891,461 pada sesi Kamis (10/9/2020). Total nilai transaksi saham mencapai Rp10,29 triliun

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan bahwa berdasarkan rasio fibonaaci, support pertama dan kedua memiliki kisaran level 4.778,71 hingga 4.865,27. Sementara itu, resistance pertama kedua memiliki kisaran 5.097,14 hingga 5.172,37.

Nafan menyebut berdasarkan indikator , MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Kendati demikian, Stokastik dan RSI telah meninggalkan area oversold atau jenuh jual.

“Di sisi lain, terlihat pola bullish piercing candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” ujarnya seperti dikutip, Minggu (13/9/2020).

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pelaku pasar akan mencermati perkembangan penerapan PSBB total. Apabila diterapkan secara ketat, kebijakan itu akan menganggu pemulihan ekonomi yang sedang terjadi.

“Bila dana asing masih mengalir keluar dan nilai tukar rupiah masih melemah pelaku pasar perlu berhati-hati akan peluang koreksi lebih dalam,” paparnya.

Hans menyebut pasar saham terlihat akan sangat berhati-hati memasuki PSBB pada Senin (14/9/2020). Pasar menurutnya berpeluang konsolidasi cenderung melemah pekan depan dengan perkiraakn support di level 4.878 sampai 4.712 dan resistance 5.084 sampai 5.256.

“Pelaku pasar lebih baik melakukan penjualan lebih dahulu ketika pasar menguat untuk mengantisipasi dampak negatif penerapan PSBB total pada perekonomian,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top