Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Emiten yang Dapat Berkah dari Anggaran PEN Jilid II Ratusan Triliun

Sejumlah emiten di berbagai sektor diperkirakan bakal mendulang benefit dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) jilid II.
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  21:09 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam rangka penyampaian laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato dalam rangka HUT ke-75 Kemerdekaan RI pada sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp356,5 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) jilid II. Duit ratusan triliun yang dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2021 itu bakal fokus pada lima aspek, mulai dari penanganan kesehatan hingga pembiayaan korporasi.

Presiden Joko Widodo mengatakan program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di berbagai bidang. Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo saat membacakan Nota Keuangan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI, Jumat (14/8/2020).

Fulus ratusan triliun ini akan memberikan manfaat bagi kegiatan usaha yang lesu. Tahun ini, produk domestik bruto diprediksi minus 1,1 persen. Adapun tahun depan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,5 persen sampai dengan 5,5 persen.

"Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama," kata Jokowi.

Secara khusus, anggaran PEN bakal memberikan bagi sejumlah emiten. Berikut ulasan berdasarkan fokus penggunaan anggaran PEN yang dihimpun Bisnis.

Kesehatan

Pemerintah menganggarkan Rp25,4 triliun untuk pengadaan vaksin atau antivirus Covid-19, sarana dan prasarana kesehatan, laboratorium, litbang, serta bantuan iuran BPJS untuk PBPU.

Emiten farmasi diestimasi akan mendapat berkah dari pos ini. Saham PT Kimia Farma Tbk. dan PT Indofarma Tbk sudah melesat dalam sebulan terakhir. Uji Coba vaksin Covid-19 oleh induk mereka, PT Bio Farma (Persero) menjadi katalis positif. 

Kedua emiten ini juga bakal dilibatkan dalam proses pascaproduksi vaksin Covid-19 sehingga memancing ekspektasi tinggi ke kalangan investor saham. Untuk diketahui, saham KAEF sudah naik 166,93 persen dalam sebulan terakhir ; begitu juga dengan saham INAF meroket 208,26 persen. 

Saham lain yang juga menggeliat adalah PT Kalbe Farma Tbk. Saham KLBF sudah naik 9,43 persen dalam sebulan terakhir. KLBF juga mengikat kerja sama pengembangan vaksin Covid-19 dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc.

Konsumsi

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp110,2 triliun untuk perlindungan sosial masyarakat menengah ke bawah. Program ini bergulir lewat aneka bentuk seperti program keluarga harapan, kartu sembako, kartu pra kerja, serta bansos tunai.

Tambahan fulus di dompet masyarakat diharapkan bisa meningkatkan konsumsi, kontributor PDB terbesar. Maka, emiten seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Unilever Indonesia Tbk akan mendapat sentimen positif. 

Begitu juga dengan emiten peritel, akan mendapat benefit dari peningkatan konsumsi masyarakat. Jajaran emiten ritel antara lain PT Mitra Adiperkasa Tbk, PT Ace Hardware Tbk, PT Matahari Department Store Tbk, dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk.

Pada penutupan perdagangan Jumat (14/8/2020), emiten-emiten di atas mencetak kenaikan dan menutup akhir pekan di zona hijau.

Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menilai stimulus tersebut terlihat memang untuk membantu tingkat kemampuan konsumen di dalam negeri yang saat krisis kesehatan ini menurun signifikan.

Menurutnya, keseriusan pemerintah untuk menumbuhkan kembali ekonomi dengan start pada stimulus pertumbuhan inflasi yang kembali sehat menjadi katalis positif “Tentu berdampak positif untuk emiten pada sektor konsumsi dan ritel,” ujarnya kepada Bisnis

Pariwisata

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp136,7 triliun untuk pemulihan berbagai sektor, mulai pariwisata, ketahanan pangan, perikanan, dan pinjaman daerah. Secara khusus, anggaran untuk pariwisata mencapai Rp14,4 triliun.

Tentu saja, saat pariwisata mendapat stimulus, penerbangan dan perhotelan akan mendapat manfaat. Di lantai bursa, setidaknya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Hotel Sahid Jaya Tbk, dan PT Panorama Sentrawisata Tbk. bakal mendapat sentimen positif dari program PEN

UMKM

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mendapat sokongan lewat subsidi bunga kredit usaha rakya (KUR), pembiayaan, penjaminan, dan penempatan dana di perbankan. Total anggaran untuk program tersebut mencapai Rp48,8 triliun 

Bank milik negara diperkirakan mendapat benefit dari program ini. Sebut saja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 

Infrastruktur

Pemerintah menaikkan alokasi anggaran untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun depan. Alokasi anggaran untuk Kementerian PUPR naik  79 persen menjadi Rp149,81 triliun. Bujet naik tajam karena tahun ini banyak program kementerian ditunda karena pandemi Covid-19.

Mudah ditebak anggaran infrastruktur akan menguntungkan siapa. Para BUMN karya yang tahun ini tampaknya menderita karena kontrak baru meleset dari target bisa kembali berjaya tahun depan.

Oh ya, ada empat BUMN karya yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia, yaitu PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi IHSG apbn Kinerja Emiten pemulihan ekonomi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top