Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhir Sesi I, IHSG Bertengger di Zona Hijau

HSG menguat 0,39 persen atau 20 poin ke posisi 5.210,191 pada akhir sesi I. Sebanyak 153 saham menguat, 246 saham turun, dan 151 saham tidak berubah.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  11:37 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (12/8/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,39 persen atau 20 poin ke posisi 5.210,191 pada akhir sesi I. Sebanyak 153 saham menguat, 246 saham turun, dan 151 saham tidak berubah dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (11/08/2020),  IHSG menguat 0,63 persen atau 32,33 poin menjadi 5.190,17, setelah bergerak di rentang 5.157,93 - 5.201,45.

Hari ini, sebanyak 4 dari 10 indeks sektoral mengalami penguatan, dipimpin oleh sektor finansial yang naik 1,92 persen dan aneka industri yang menguat 0,5 persen.

Di sisi lain, 6 sektor lainnya melemah. Sektor pertambangan menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 2,46 persen, disusul sektor pertanian yang melemah 1,5 persen.

Hingga akhir sesi I, total volume transaksi saham mencapai 6,95 miliar lembar dengan nilai mencapai Rp6,08 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) mencapai Rp5,32 miliar.

Dalam laporan hariannya, Analis Samuel Sekuritas William Mamudi mengatakan pergerakan IHSG melanjutkan momentum uptrend dari resisten 5,100 dengan body candle yang tipis.  Dia mengatakan, volatilitas pasar masih akan terjadi di tengah berjalannya musim laporan keuangan kuartal II/2020.

Mengakhiri perdagangan Selasa(11/8/2020), IHSG ditutup Menguat 0,63 persen ke level 5.190,16. Tercatat, sebanyak 242 saham mengalami penguatan, 207 mengalami koreksi, sementara 139 lainnya stagnan.

Berdasarkan analisis teknikal, Samuel Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor dapat melakukan swing trading atau strategi trading dengan menahan saham selama periode 3 bulan dengan menambah saham ERAA, BBCA, TOWR, BBNI.

Di sisi lain, tim Riset MNC Sekuritas mengingatkan agar investor mewaspadai adanya koreksi IHSG yang akan mengarah ke area 5.020-5.110 apabila tak mampu menembus resistance 5.187.

Pelemahan IHSG menyusul Bursa Asia lainnya yang lebih dulu melemah karena keraguan investor terhadap stimulus fiskal yang akan dikucurkan AS.

Pergerakan pasar secara global hari ini akan dipengaruhi oleh mandeknya pembahasan paket stimulus fiskal di Amerika Serikat. Pemimpin Senat dari Partai Republikan, Mitch McConnell mengatakan hingga saat ini pembahasan paket insentif fiskal di Washington tengah menemui jalan buntu.

Sementara itu, reli positif emas yang mendorong harga komoditas tersebut menembus US$2.000 per ounce terkoreksi pada Selasa kemarin. Hal ini terjadi seiring dengan terjadinya kenaikan tingkat imbal hasil obligasi yang berdampak pada harga komoditas seperti emas.

"Saat ini terlihat adanya profit taking yang terjadi. Para pelaku pasar ingin merotasi portofolionya pada beberapa produk yang performanya tengah menurun, ujar Portfolio Manager Gradient Investments, Keith Gangl.

Sementara itu, Calon Presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, memilih Senator dari Negara Bagian California, Kamala Harris, sebagai pasangannya dalam pemilihan presiden AS November mendatang. Biden meyakini, karakter progresif Harris selama berkarir dan ikatannya dengan golongan kulit hitam di AS akan mempermudah jalannya menuju Gedung Putih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top