Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembangan Sistem e-RUPS: KSEI Kebut Impelemtasi e-Voting

KSEI masih mengembangkan sistem e-voting yang terkait dengan live streaming pemungutan suara dalam RUPS. 
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  13:37 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengupayakan sistem e-Voting yang dapat melengkapi proses Rapat Umum Pemegang Saham secara elektronik (e-RUPS) dapat diselesaikan pada akhir tahun ini.

Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia Uriep Budhi Prasetyo menyampaikan saat ini pihaknya masih mengembangkan sistem e-voting yang terkait dengan live streaming pemungutan suara dalam RUPS. 

“Kami berharap e-voting bisa diselesaikan di akhir tahun,” ujar Uriep, Senin (10/8/2020).

Adapun, e-voting merupakan upaya KSEI menyempurnakan sistem dalam pelaksanaan e-RUPS menggunakan eASY.KSEI. 

Dalam platform eASY.KSEI terdapat dua sistem yang dikembangkan yaitu e-proxy untuk memberikan kuasa kehadian dalam RUPS dan e-voting untuk memberikan hak suara dalam RUPS.

E-proxy lebih dulu diluncurkan pada 20 April 2020 dan penggunaannya di dalam sistem eASY.KSEI pertama kali pada 14 Mei 2020.

Percepatan penggunaan e-Proxy menurut KSEI untuk mendukung penerapan kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan social distancing.

Uriep menjelaskan sejak e-Proxy diluncurkan hingga saat ini baru terdapat 523 emiten yang sudah melakukan input pengumuman menggunakan sistem tersebut. 

Artinya, masih ada 179 emiten lagi yang belum melakukan pembaruan perjanjian dengan KSEI dalam rangka memanfaatkan fasilitas e-proxy di eASY.KSEI.

“Kami mengimbau emiten-emiten yang belum mengajukan perjanjian terbaru dengan KSEI untuk segera memperbarui,” tutur Uriep.

Adapun, jumlah RUPS yang menggunakan eASY.KSEI hingga akhir Juli tercatat sebanyak 264 rapat.

Impelementasi eASY.KSEI dalam penyelenggaran RUPS diharapkan mampu meningkatkan partisipasi investor yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Berdasarkan data KSEI per 30 Juli 2020, terdapat total investor saham sebanyak 1,28 single investor identification (SID) yang mana posisinya mulai bertumbuh di luar Pulau Jawa. Jumlah tersebut meningkat 15,88 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Selanjutnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat telah terdapat 702 emiten hingga 11 Agustus 2020.

Melihat data tersebut, artinya terdapat kemungkinan RUPS emiten dilaksanakan bersamaan dalam sehari di lokasi berbeda.

Sebagai bentuk dukungan atas implementasi eASY.KSEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan POJK Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka serta POJK Nomor 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.

Lewat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP29/D.04/2020, untuk mengimplementasikan sistem penyelenggaraan RUPS secara elektronik (e-RUPS), Otoritas menetapkan bahwa salah satu penyedia sistem penyelenggaraan e-RUPS adalah lembaga penyimpanan dan penyelesaian yang ditunjuk oleh OJK, dalam hal ini KSEI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ksei
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top