Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Menjulang, Saham Sarana Menara (TOWR) Jadi Unggulan

Berdasarkan  konsensus Bloomberg, sebanyak 22 dari 29 analis merekomendasikan buy untuk saham TOWR sedangkan 7 analis menyarankan hold.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  19:27 WIB
Teknisi melakukan pemeriksaan perangkat BTS di daerah Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/8). Bisnis - Abdullah Azzam
Teknisi melakukan pemeriksaan perangkat BTS di daerah Labuhan Badas, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (26/8). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Kresna Sekuritas menilai kinerja PT Sarana Menara Nusantara Tbk. alias TOWR sepanjang semester I/2020 melebihi perkiraan. Kinerja perseroan pun diproyeksi semakin melesat di paruh kedua.

Emiten telekomunikasi ini membukukan pendapatan Rp3,68 triliun selama enam bulan pertama 2020. Pencapaian tersebut naik 21,70 persen dibanding pendapatan pada semester I.2020 yang sebesar Rp3,08 triliun.

Dari sisi perolehan laba, emiten bersandi saham TOWR itu mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada enititas pemilik sebesar Rp1,31 triliun. Jumlah tersebut  tumbuh 32,53 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp993 miliar.

Analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana Putra mengatakan pendapatan perseroan pada paruh pertama telah memenuhi 51,3 persen dari proyeksinya di awal tahun yang sebesar Rp7,2 triliun. Sementara laba bersihnya telah mewakili 60,3 persen perkiraan mereka dan 48,7 persen dari perkiraan pasar.

“Pertumbuhan pendapatan adalah pendorong utama karena margin hanya naik 0,2 persen menjadi 70,6 persen.,” ungkapnya dalam riset yang dikutip Bisnis, Rabu (5/8/2020)

Etta menuturkan kinerja tersebut disokong oleh penambahan jumlah menara layanan yang meningkat menjadi 21.271 atau naik 17,2 persen yoy dengan 38.122 penyewa, ini membuat  rasio sewa menjadi 1,79 x, dibandingkan rasio sebelumnya 1,60x di semester I/2020.

Sementara itu, sewa rata-rata disetahunkan per situs adalah Rp193,3 pada semester I/2020 dengan penyewa terbesar adalah Hutchinson 3 Indonesia sebesar Rp1,19 triuliun atau 38 persen dari total pendapatan TOWR dan XL Axiata sebesar Rp1,07 triliun atau 34 persen.

Di kuartal II/2020 perseroan juga telah mendapatkan kontrak jangka panjang senilai Rp53,1 triliun hingga 2033. Jumlah ini turun 2,4 persen dari kuartal yang lalu. Namun, Etta menilai masih ada potensi kenaikan dari pembaruan kontrak dan menara tambahan, didorong oleh implementasi penerapan teknologi 5G di sekitar tahun 2023-2024

“Ingat bahwa perusahaan mengakuisisi 241 menara XL baru pada Juni 2020, yang akan meningkatkan pendapatan pada paruh kedua 2020,” tutur Etta.

Selain itu, pemangkasan suku bunga juga akan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan perseroan di paruh kedua, terutama karena perusahaan memiliki peringkat investasi (S&P BBB) dengan prospek stabil; rasio cakupan bunga duduk di 6.2x.

Etta pun merevisi proyeksi pendapatan bersih TOWR menjadi 2,58 triliun. Kresna Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham TOWR dengan target harga 1.360. Berdasarkan  konsensus Bloomberg, sebanyak 22 dari 29 analis merekomendasikan buy untuk saham TOWR sedangkan 7 analis menyarankan hold.

Target harga untuk saham TOWR secara konsensus diproyeksi 1.168. Adapun pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (5/8/2020), saham TOWR ditutup di level 1.160.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sarana menara nusantara rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top