Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bila Harga CPO Pulih, Ini Harapan Astra Agro Lestari (AALI)

Dalam kurun waktu 2017-2018, Astra Agro Lestari meraup laba di level Rp1 triliun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  15:45 WIB
 Direktur Utama Astra Agro Lestari Santosa. - Bisnis/Novita S. Simamora
Direktur Utama Astra Agro Lestari Santosa. - Bisnis/Novita S. Simamora

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk. berharap dapat mengembalikan kinerja seperti 2017 dan 2018 ketika laba bersih menyentuh level Rp1 triliun.

Senior Vice President of Communications and Public Affair Astra Agro Lestari Tofan Mahdi mengatakan perseroan tidak memberikan prediksi kinerja keuangan semester II/2020. Akan tetapi dia berharap kinerja dapat membaik hingga menyamai torehan 2017 dan 2018.

“Kami tidak memprediksi kinerja tapi berharap produksi dan harga komoditas dapat membaik,” katanya kepada Bisnis, Rabu (29/7/2020).

Sebagaimana diketahui, laba bersih emiten berkode saham AALI itu merosot 85,32 persen menjadi Rp211,11 miliar pada 2019. Sementara itu pada 2017 anak usaha Grup Astra itu menorehkan laba Rp1,96 triliun dan Rp1,43 triliun pada 2018.

Sementara itu pada Semester I/2020, laba bersih AALI tercatat sebesar Rp391,90 miliar sedangkan pada periode tahun sebelumnya Rp43,71 miliar. Dengan begitu ada kenaikan 796,59 persen. Tofan mengatakan bahwa pada kuartal I/2020 harga jual rerata naik dibandingkan tahun lalu. Begitu juga dengan kuartal II/2020 dibandingkan kuartal II/2019.

“Tetapi selain harga, program peningkatan produktivitas dan program efisiensi untuk mengantisipasi dampak covid-19 dapat dijalankan dengan baik. Fokus kami pada semester II tahun 2020 adalah pada upaya pencegahan kebakaran lahan,” katanya.

Sebelumnya, Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan bahwa harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) pada tahun ini akan berada di kisaran 2.500 ringgit per ton. Angka itu naik 16,3 persen daripada proyeksi sebelumnya.

Hal itu akan didukung oleh tekanan pasokan dari Malaysia dan Indonesia. Sementara itu, dari sisi konsumsi akan naik, terutama dari dalam negeri seiring dengan implementasi B30 yang akan semakin digencarkan oleh pemerintah.

“Oleh karena itu, kami masih overweight terhadap saham sektor CPO. Saham Top Picks kami adalah saham PT PP London Sumatra Indonesia [LSIP],” ujar Andy kepada Bisnis, Senin (20/7/2020).

Andy memberikan target harga saham LSIP ke posisi Rp1.600 per saham seiring dengan gearing ratio perseroan yang akan bertahan di posisi net cash karena estimasi rendahnya tingkat hutang, bahkan potensi tidak ada hutang sama sekali. Selain itu, Andy juga merekomendasikan beli untuk saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO), dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS).

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham AALI terpantau menguat tajam 4,3 persen atau naik 400 poin ke level 9.700. Saham AALI diperdagangkan sebanyak 4,89 juta lembar dan bergerak di rentang 9.300 s.d 9.700 sepanjang perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten astra agro lestari
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top