Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mayoritas Sektor Melemah, IHSG Tergelincir di Akhir Sesi I

Sebanyak enam sektor melemah dengan penurunan paling dialami saham-saham di sektor industri.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  12:47 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak antiklimaks hingga sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (28/7/2020). Sempat dibuka menguat, IHSG parkir di zona merah, berbarengan beberapa indeks saham di Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG parkir di level 5.108,90 atau 0,15 persen dibandingkan dengan posisi penutupan Senin (27/7/2020) di level 5.116,67.

Sebanyak 177 saham menguat sedangkan 216 saham menurun. Adapun 152 saham terpantau stagnan. Total transaksi mencapai 6,45 miliar lembar dengan nilai Rp4 triliun. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp63,28 miliar.

Sektor aneka industri menjadi penopang pergerakan indeks dengan kenaikan 1,06 persen. Kemudian disusul sektor keuangan (0,10 persen), perdagangan (0,38 persen), dan sektor pertambangan (0,51 persen).

Adapun sektor pemberat adalah sektor industri (-2,09 persen), infrastruktur (-0,42 persen), dan perkebunan (-1,01 persen).

Di sisi lain, deretan saham berkapitalisasi jumbo atau big caps menjadi penggerak indeks hingga sesi pertama hari ini. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT United Tractor Tbk. (UNTR), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menjadi penopang indeks.

Sementara itu, saham bapak dan anak, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) menjadi pemberat indeks dengan koreksi masing-masing -6,85 persen dan 5,40 persen.

Tiga saham pemberat lainnya adalah dari kalangan BUMN, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

Di lain tempat, bursa Asia bergerak variatif. Indeks Topix Jepang naik 0,28 persen sedangkan indeks Kospi Korea naik 1,33 persen. Indeks Hang Seng dan Shanghai juga naik masing-masing 1,04 persen dan 0,51 persen. Sementara itu, bursa Australia, Thailand, dan Taiwan kompak dengan IHSG yang mencetak penurunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top