Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prediksi Ekonomi Minus dan RDG BI, Ini Ramalan Pergerakan IHSG serta Rekomendasi Saham Pilihan

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi tipis 0,07 persen ke level 5.075,798 pada sesi Rabu (15/7/2020).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  06:45 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan indeks harga saham gabungan sesi Kamis (16/7/2020) akan diwarnai sejumlah sentimen dari dalam negeri.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi tipis 0,07 persen ke level 5.075,798 pada sesi Rabu (15/7/2020). Investor asing menekan pasar domestik dengan net sell atau jual bersih Rp651,92 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi pertumbuhan ekonomi negatif 4,3 persen pada kuartal II/2020. Proyeksi itu lebih dalam dari sebelumnya negatif 3,8 persen.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher menjelaskan bahwa IHSG harus ditutup melemah pada sesi Rabu (15/7/2020) meski sempat menguat awal perdagangan. Katalis produksi vaksin oleh Moderna dan surplus neraca perdagangan US$1,27 miliar di atas konsensus menopang laju indeks.

Dennies memprediksi IHSG akan bergerak melemah untuk sesi Kamis (16/7/2020). Secara teknikal, indikator Stokastik bergerak di area overbought mengindikasikan potensi pelemahan.

“Pergerakan akan cenderung terbatas dikarenakan investor akan lebih wait and see menanti hasil rapat dewan gubernur [RDG], pernyataan terkait perekonomian, dan keputusan suku bunga Bank Indonesia,” jelasnya melalui riset yang dikutip Kamis (16/7/2020).

Dennies memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan level resistance pertama 5.085 dan resistance kedua 5.095. Adapun, support pertama di level 5.059 dan support kedua 5.043.

Adapun, Artha Sekuritas merekomendasikan hold saham PTPP, JSMR, SCMA, BBRI, dan BBNI serta spec buy untuk saham WSBP.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki kisaran 4.975,54—4.865,27. Sementara itu, resistance pertama dan kedua memiliki kisaran 5.172,37—5.233,17.

Nafan menyebut berdasarkan indikator, MACD, Stokastik, dan RSI menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola upward bar.

“Mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance terdekat,” jelasnya.

Binaartha Sekuritas merekomendasikan saham AALI, BNGA, MNCN, SMRA, dan TLKM untuk sesi perdagangan Kamis (16/7/2020).

Institution Research Team MNC Sekuritas menyampaikan Diperkirakan saat ini IHSG sedang berada di awal wave [c] dari wave 5, sehingga IHSG masih berpeluang untuk menguji resistance di 5.111 kembali, kemudian level 5.140 dan selanjutnya akan melanjutkan penguatannya ke area 5.200-5.300.

"Sekalipun IHSG terkoreksi, kami perkirakan akan berada pada area 5,030-5,070. Level support 5,022, 4,985, dan level resistan 5.111, 5.140," paparnya dalam publikasi riset.

Sejumlah rekomendasi saham pilihannya adalah SMRA, JPFA, SMGR, BBNI.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia William Mamudi menyampaikan dalam risetnya bahwa IHSG (5,064) masih membentuk doji-doji berkepanjangan, dan kini uji resisten 5.100. Diperkirakan situasi sideways market 4.700-5.100 masih akan berlanjut pada awal semester II/2020.

"Untuk hari ini kami menyukai saham HMSP, TPIA, INCO, LSIP dengan rating trading buy," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top