Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OSO Manajemen Investasi Terima Rp521,1 Miliar Terkait Dugaan Korupsi Jiwasraya

OSO Manajemen Investasi merupakan 1 dari 13 tersangka korporasi yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung pada Kamis (25/6/2020) lalu. 
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  08:23 WIB
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7). Bisnis - Abdullah Azzam
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com. JAKARTA--Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut perusahaan manajer investasi PT OSO Manajemen Investasi diduga telah menerima aliran dana hasil korupsi PT Asuransi Jiwasraya sebesar Rp521,1 miliar dari total Rp12,157 triliun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengemukakan bahwa dana sebesar Rp521,1 miliar dari PT Asuransi Jiwasraya kepada PT OSO Manajemen Investasi terbagi ke dalam dua cluster produk reksadana yaitu OSO Flores Equity Fund sebesar Rp451 miliar dan produk reksadana OSO Moluccas Equity Fund sebesar Rp70 miliar.

"Jadi goreng-menggoreng saham ini dilakukan melalui produk reksadana," tuturnya kepada Bisnis, Jumat (26/6) malam.

OSO Manajemen Investasi merupakan 1 dari 13 tersangka korporasi yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung pada Kamis (25/6/2020) lalu. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, OSO Manajemen Investasi merupakan anak PT OSO Securities dengan kepemilikan saham 83 persen, sedangkan 17 persen sisanya tercatat atas nama Hamdriyanto.

Izin usaha perseroan sebagai manajer investasi sejak tahun 2005. Perseroan tercatat memiliki modal dasar Rp100 miliar dan modal disetor Rp25 miliar. OSO Manajemen Investasi tercatat memiliki 22 produk dengan total dana kelolaan sebesar Rp343,93 miliar.

Baik OSO Manajemen Investasi dan OSO Securities tergabung dalam OSO Group. Dilansir dari laman resmi OSO Group, kelompok usaha ini didirikan pada 20 tahun lalu oleh Oesman Sapta Odang, seorang politikus sekaligus pengusaha asal Kalimantan Barat yang kini menjabat Ketua Dewan Perwakilan Daerah.

OSO Group memiliki 13 lini usaha di enam sektor, mulai dari properti, keuangan, transportasi, dan pertambangan. Kemudian manufaktur agribisnis, dan kesehatan. Secara khusus, di sektor properti, salah satu perusahaan milik OSO Group, PT Citra Putra Realty Tbk. tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada 2019.

Sementara itu, sejak 20 April 2020, Bursa Efek Indonesia mensuspensi aktivitas perdagangan PT OSO Sekuritas Indonesia karena tidak memenuhi modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sebesar 25 miliar.

Nilai MKBD OSO Sekuritas Indonesia per 17 April 2020 tidak memenuhi ketentuan nilai minimum yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, BEI melarang aktivitas perdagangan sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Dilansir dari laman idx.co.id, rata-rata MKBD Oso Securities pada April 2020 mencapai Rp24,47 miliar. Data per 26 Juni 2020 menunjukkan, MKBD turun menjadi Rp17,48 pada Mei dan Rp16,08 pada Juni.

Berikut adalah rincian aliran dana dari PT Asuransi Jiwasraya ke 13 perusahaan manajer investasi :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jiwasraya
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top