Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Nantikan Agenda Ekonomi, IHSG Fluktuatif di Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 0,09 persen atau 4,02 poin ke level 4.922,85 pada pukul 09.20 WIB dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  09:39 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan hari ini, Selasa (23/6/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG menguat 0,09 persen atau 4,02 poin ke level 4.922,85 pada pukul 09.20 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (22/6/2020), IHSG berakhir melemah 0,47 persen atau 23,44 poin ke level 4.918,83. Indeks sebelumnya sempat dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,21 persen ke level 4.908,32. Sepanjang pagi ini, IHSG bergerak dalam kisaran 4.898,48-4.928,1.

Tercatat 150 saham menguat, 111 saham melemah, dan 14 saham stagnan. Sebanyak 8 dari 9 sektor dalam IHSG bergerak positif, dipimpin sektor tambang yang menguat 2,41 persen. Adapun sektor infrastruktur melemah sebesar 0,2 persen.

Sementara itu, pergerakan bursa Asia cenderung variatif pagi ini. Indeks Nikkei 225 menguat 0,09 persen, indeks Hang Seng melemah0,57 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite melemah 0,45 persen.

Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menjelaskan bahwa IHSG break out support moving average lima hari dengan indikasi negatif menguji moving average 20 hari dan bullish trend line. Adapun indikator Stokastik crossing negatif dengan area dekat overbought dengan momentum indikator RSI mendatar di area middle oscilator

“IHSG berpeluang kembali bergerak fluktuatif tertahan dengan kecenderungan kembali mencoba menguat dengan support resistance 4.863–5.010,” ujarnya melalui riset harian yang dikutip, Selasa (23/6/2020).

Lanjar menyebut investor menunggu beberapa agenda penting pekan ini. Salah satunya hasil tinjauan klasifikasi pasar MSCI Inc pada, Selasa (23/6/2020).

Selain itu, International Monetary Fund (IMF) akan merilis proyeksi pertumbuhan 2020 baru pada, Rabu (24/6/2020). Selanjutnya, klaim pengangguran Amerika Serikat (AS), barang tahan lama, dan data PDB akan dirilis, Kamis (25/6/2020).

Sementara itu, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG bergerak menguat hari ini, menyusul penguatan bursa saham Amerika Serikat kemarin.

Pelaku pasar menimbang data peningkatan kasus corona dan data ekonomi yang mulai membaik dengan harapan bila adanya penutupan kembali hanya parsial pada zona merah saja sehingga roda ekonomi terus berjalan.

Pembacaan awal indeks PMI periode di sejumlah negara akan dirilis hari ini. Pagi ini dimulai dari PMI Flash Australia Manufacturing, Service dan Composite sebesar 49.8; 53.2 dan 52.6. Ketiganya menunjukkan peningkatan signifikan dari bulan sebelumnya.

Selain Australia, beberapa negara lain yang  juga akan merilis pembacaan awal (flash) PMI pada sepanjang hari ini adalah Jepang, Perancis, Jerman, Euro Zona, Inggris dan AS nanti malam. AS juga akan merilis data penjualan rumah baru bulan Mei.

“Penguatan bursa AS semalam serta bursa regional pagi ini, diharapkan mampu membawa IHSG ikut menguat,” ungkap tim riset Samuel Sekuritas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top