Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Menurun, Begini Prospek Saham PT Timah (TINS)

Volatilitas harga timah membuat kinerja PT Timah Tbk. menurun. Kalangan analis menilai penurunan kinerja mendorong sekuritas untuk mengubah rekomendasi saham BUMN timah tersebut.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  18:44 WIB
Angkutan umum roda tiga menunggu calon penumpang di depan kantor PT Timah Tbk di Jakarta, Rabu (2/1/2018). - Bisnis/Dedi Gunawan
Angkutan umum roda tiga menunggu calon penumpang di depan kantor PT Timah Tbk di Jakarta, Rabu (2/1/2018). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Penurunan kinerja PT Timah Tbk. (TINS) pada 2019 bakal berimbas hingga akhir tahun ini, dipengaruhi oleh volatilitas harga komoditas.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Thomas Radityo memperkirakan pendapatan perseroan tahun ini berada di kisaran Rp18,47 triliun dengan rugi bersih Rp987 miliar. Bila dibandingkan dengan tahun lalu terdapat penurunan pendapatan 4,30 persen dari posisi Rp19,30 triliun dan peningkatan rugi 61,53 persen dari posisi Rp611 miliar.

Ciptadana menurunkan proyeksi  harga jual rerata PT Timah  sebesar 9,8 persen menjadi US$19.425 per ton sehingga pendapatan PT Timah diprediksi turun. 

“Selain itu, kami menurunkan biaya tunai sebesar 3,3 persen kami merasakan uang tunai kami sebelumnya biaya terlalu agresif. Ini membuat kami memperkirakan rugi bersih Rp987 miliar,” katanya dalam laporan yang dikutip Bisnis, Rabu (17/6/2020).

Thomas memperkirakan harga saham TINS tahun ini akan terparkir pada level Rp420. Oleh sebab itu dia merekomendasikan jual di saat harga kini berada di level Rp645 per saham.

Sementara itu, tim analis Panin Sekuritas tengah mengkaji ulang target harga sebelumnya yang diperkirakan mencapai Rp1.100 per saham. Pasalnya, TINS mencatatkan rugi bersih Rp611 miliar pada tahun lalu sedangkan 2018 masih laba Rp132 miliar.

“Rugi bersih pada 2019 disebabkan oleh kenaikan dari biaya keuangan menjadi Rp782 miliar. Seiring kenaikan net gearing di 2019, yang tercatat meningkat ke 1,88 kali. Kami akan mereview kembali target harga dan rekomendasi kami, seiring dengan kinerja keuangan diluar ekspektasi,” sebut tim Panin Sekuritas.

Di sisi lain, Direktur Keuangan Timah Wibisono mengatakan semester pertama perseroan akan mencetak kinerja yang positif. Meski tidak membeberkan secara detail, dia optimistis tahun ini perseroan akan mencetak laba.

Pasalnya, beban bunga yang selama ini ditanggung oleh perseroan telah dialihkan kepada para pemasok. “Kalau buku tahun lalu kami tidak bisa membukukan net profit margin, semester satu ini akan ada perbaikan,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham pt timah tbk
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top