Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Astra International (ASII) Andalkan Kanal Online

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah memengaruhi kegiatan bisnis Astra International (ASII) khususnya yang menggunakan operasi fisik.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  02:48 WIB
Menara Astra. Gedung perkantoran ini menjadi lokasi kantor pusat PT Astra International Tbk. - astra.co.id
Menara Astra. Gedung perkantoran ini menjadi lokasi kantor pusat PT Astra International Tbk. - astra.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Astra International Tbk. menyatakan kegiatan operasional bisnis masih dapat dijalankan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) dengan mengandalkan kanal dalam jaringan (daring) atau online.

Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti menyampaikan bahwa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah memengaruhi kegiatan bisnis perseroan, khususnya yang menggunakan operasi fisik. Upaya untuk mengatasi dampak ini dilakukan dengan memaksimalkan jalur daring dan digitalisasi.

“Salah satu contoh pengembangan portfolio digital, yaitu Astra terus mengembangkan ekosistem bisnisnya melalui Astra Digital. Hingga akhir 2019, ada empat produk Astra Digital yang telah diluncurkan, yakni SEVA, Sejalan, Movic dan CariParkir,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/5/2020).

Menurutnya salah satu proses digitalisasi yang paling komprehensif sudah dilakukan di lini bisnis otomotif dan jasa keuangan. Digitalisasi yang dilakukan diklaim mampu memenuhi kebutuhan interaksi konsumen melalui sarana omni channel.

Beragam aplikasi yang dibuat oleh lini bisnis otomotif juga telah tersedia untuk memperkuat engagement dengan pelanggan. Hal ini juga diharapkan menjadi salah pendorong efisiensi proses bisnis.

“Memang tidak semua aktifitas akan bisa dilakukan secara online saat ini, namun bisnis tidak berhenti 100 persen, kegiatan tetap berlangsung dengan memaksimalkan jalur online, physical operation minimum, dan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,” jelasnya.

Dia menjelaskan performa bisnis, khususnya otomotif memang cukup tertekan pada awal kuartal II/2020. Penurunan terjadi pada penjualan merek sepeda motor maupun mobil di bawah Grup Astra.

“Bisnis lainnya pasti terdampak juga. Namun seberapa besar dampaknya bagi Astra baru akan bisa kita lihat saat hasil kinerja kuartal II/2020 diumumkan,” ujarnya.

Memasuki April, kinerja penjualan bisnis otomotif mengalami tekanan cukup berat. Hal itu terlihat dari data penjualan wholesales atau dari pabrik ke dealer Astra yang menurun 26,52 persen menjadi 133.522 unit.

Penekannya adalah penurunan penjualan secara signifikan pada April. Pada bulan tersebut, penjualan wholesales Astra hanya 3.807 unit, turun lebih dari 91 persen terhadap penjualan Maret maupun penjualan April tahun lalu.

Hal ini terjadi seiring penurunan total pasar wholesale industri roda empat. Pada April, total penjualan mobil domestik hanya 7.871 unit, turun sekitar 90 persen. Dengan demikian, sepanjang Januari—April penjualan mobil domestik mencapai 244.696 unit, turun 27,69 persen secara tahunan.

Kendati demikian, dia menyatakan bahwa Grup Astra masih memiliki kemampuan yang lebih dari cukup untuk bertahan di situasi pandemi. Dia menyampaikan bahwa posisi keuangan saat ini masih mampu menahan kemungkinan risiko yang lebih berat.

“Tingkat utang dan posisi likuiditas dipantau dengan cermat dan berbagai upaya dilakukan untuk mengelola biaya biaya dan menjaga arus kas, termasuk mengurangi belanja modal dan mengelola modal kerja,” ujarnya.

Sebelumnya, Tira menyampaikan bahwa alokasi belanja modal Astra International pada tahun ini diperkirakan akan dipangkas hingga 50 persen. Dengan demikian, alokasi belanja modal akan turun ke kisaran Rp10 triliun—Rp11 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

astra astra international tips digital
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top