Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja 2019 : Pendapatan Nusantara Infrastructure (META) Tumbuh 101 Persen

Pendapatan konstruksi dan kontribusi lini usaha baru menjadi faktor pendorong peningkatan pendapatan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 21 April 2020  |  14:15 WIB
Jalan Tol Seksi Empat, Makassar, salah satu jalan tol yang dikelola PT JTSE, anak usaha PT Nusantara Infrastructure. - nusantarainfrastructure.com
Jalan Tol Seksi Empat, Makassar, salah satu jalan tol yang dikelola PT JTSE, anak usaha PT Nusantara Infrastructure. - nusantarainfrastructure.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Nusantara Infrastructure Tbk. atau META mencatat pendapatan sebesar Rp1,57 triliun pada 2019, tumbuh 101,01 persen dibandingkan posisi 2018. 

Berdasarkan keterangan resmi META yang diterima Bisnis, Selasa (21/4/2020), pendapatan konstruksi meningkat seiring progres pembangunan jalan tol layang A.P Pettarani di Makassar. 

Di samping itu, penjualan energi melalui PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari (RPSL) juga turut menyumbang kontribusi terhadap pendapatan META. RPSL baru diakuisisi META pada Agustus 2018.

Tanpa memperhitungkan pendapatan konstruksi, pendapatan usaha dan penjualan META pada 2019 mencapai Rp630,17 miliar. Jumlah tersebut melampaui target yang diusung perseroan sebesar Rp595,63 miliar. 

Deden Rochmawaty, General Manager Corporate Affairs mengatakan kontribusi pendapatan terbesar masih disumbang oleh sektor jalan tol sebanyak Rp415,90 miliar. Kemudian disusul sektor energi sebanyak Rp141,21 miliar dan sektor air bersih sebesar Rp73,06 miliar.

Deden mengatakan pencapaian pada tahun lalu diraih melalui berbagai faktor pendorong seperti memperkuat kebijakan strategis, pengembangan bisnis, serta memaksimalkan pengelolaan keuangan yang baik. Hal ini membuat manajemen mampu menjaga laju pertumbuhan positif di tengah tantangan yang dihadapi sepanjang tahun 2019. 

“Selain itu, manajemen juga meyakini bahwa infrastruktur merupakan sektor bisnis yang bersifat long term investment, atau sektor bisnis yang membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelasnya melalui keterangan resmi, Selasa (21/4/2020).

Di sisi lain, META mencetak perolehan laba bersih sebanyak Rp205,36 miliar atau turun 5,4 persen secara tahunan dibandingkan dengan 2018. 

Laba META turun karena di 2019 perseroan tidak lagi mendapat keuntungan dari penjualan dari PT Komet Infra Nusantara (KIN), entitas bisnis yang dilepas pada 2018. Tanpa memperhitungkan nilai divestasi KIN di 2018, laba META tumbuh hampir 100 persen menjadi Rp101,28 miliar pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur Kinerja Emiten nusantara infrastructure
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top