Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertumbuhan Laba Buana Lintas Lautan (BULL) Melaju 55 Persen

BULL mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai US$20,99 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 senilai US$13,51 juta.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 April 2020  |  18:22 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (24/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (24/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran PT Buana Lintas Lautan Tbk mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 55,36 persen pada 2019 seiring dengan kenaikan pendapatan perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis pada Senin (6/4/2020), emiten bersandi saham BULL tersebut mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai US$20,99 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 senilai US$13,51 juta.

Terdorong naiknya laba bersih itu sejalan dengan bertambahnya pendapatan perseroan yang pada tahun 2019 sebesar US$101,45 juta. Perolehan ini lebih tinggi 18,75 persen dibandingkan perolehan pada 2018 senilai US$85,43 juta

Sementara itu, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi atau capital expenditure (capex) mengalami kenaikan signifikan. Pada 2019, perseroan membelanjakan dana senilai US$172,81 juta, naik hampir 7 kali lipat dibandingkan capex 2018 sebesar US$25,37 juta.

Di sisi lain, BULL mengalami kenaikan angka liabilitas jangka baik secara pendek maupun jangka panjang. Total liabilitas jangka pendek emiten pada 2019 berada di angka US$86,75 juta, lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 senilai US$63,83 juta.

Kenaikan ini disebabkan oleh pinjaman jangka pendek yang dilakukan oleh perusahaan sebesar US$9,34 juta.Selain itu, jumlah pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun juga mengalami kenaikan dari US$41,11 juta pada 2018 menjadi US$48,75 juta.

Sementara itu, total liabilitas jangka panjang pada 2019 juga mengalami kenaikan menjadi US$181,09 juta dari perolehan tahun 2018 senilai US$72,32 juta. Kenaikan ini sebagian besar disumbangkan oleh penambahan pinjaman jangka panjang yang dilakukan perseroan dari US$69,45 juta pada 2018 menjadi US$177,42 juta

Secara keseluruhan, total liabilitas BULL adalah senilai US$267,8 juta, atau naik dibandingkan tahun 2018 sebesar US$136,16 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buana lintas lautan Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top