Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pekan Depan, Laju IHSG Diprediksi Masih Tertekan

Terkoreksinya pasar modal di Amerika Serikat seperti Dow Jones Indeks (DJI), berpeluang memberikan tekanan bagi indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan depan.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 21 Maret 2020  |  18:06 WIB
Pengunjung berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengunjung berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal menguat terbatas dengan menguji level resistance 4.300.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan IHSG berpeluang mengalami tertekan pada awal minggu depan. Hal itu disebabkan oleh terkoreksinya pasar modal di Amerika Serikat seperti Dow Jones Indeks (DJI) 4,55 persen ke level 19.174 atau Nasdaq 3,79 persen ke level 6.879.

Namun, menurut Hans, bukan berarti IHSG akan melempem terus sepanjang pekan. Dia menilai bakal ada kejutan pada akhir pekan seperti halnya Jumat (20/3/2020) ketika IHSG melesat 2,18 persen.

“IHSG berpeluang kembali tertekan turun dengan support di level 3918 sampai 3.686 dan resistance di level 4.238 sampai 4.900. Awal pekan peluang tekanan tetapi di akhir pekan kami perkirakan IHSG dapat kembali naik terbatas,” ungkapnya pada Sabtu (21/3/2020).

Hans mengatakan, saat ini, hal terbaik yang bisa dilakukan oleh pelaku pasar harus tenang dan tetap rasional. Dia merekomendasikan akumulasi beli bagi investor yang punya jangka waktu investasi lebih dari 1 tahun.

Selain itu, Hans mengatakan bila stimulus yang diberikan oleh Bank Sentral dengan pemotongan suku bunga tidak terlalu berpengaruh pada pasar saat ini.

Di sisi lain, analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan pelemahan IHSG yang telah masuk area oversold membuat investor berani berspekulasi. Namun, penguatan ini diprediksi tidak bertahan lama.

“Tren kuat masih bearish jadi naik hanya untuk jangka pendek,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI transaksi saham
Editor : Yustinus Andri DP
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top