Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Emas Merosot, Bagaimana Proyeksi Kinerja Tambang Emas Patungan Sandi Uno dan Boy Thohir?

Harga saham Merdeka Copper diperkirakan menyentuh Rp1.600 per lembar saham pada akhir tahun.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  00:50 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Kendati membukukan kenaikan laba yang signifikan sepanjang 2019, pada tahun ini kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) diprediksi hanya akan tumbuh satu digit.

Analis Semuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengatakan kinerja MDKA terbukti cukup baik secara akumulasi tahunan, tetapi kinerja kuartal perusahaan patungan antara Grup Saratoga yang dimiliki Sandiaga Uno dan Edwin Soeryadjaya (19,73 persen), Garibaldi Thohir (8,94 persen), Mitra Daya Mustika (13,46 persen), Suwarna Arta Mandiri (7,1 persen), Pemda Banyuwangi (5,23 persen) serta masyarakat (45,45 persen) itu cenderung melemah secara signifikan. 

Tercatat, pada Q4/2019 MDKA pendapatan perusahaan turun drastis hingga 40,6 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Dampaknya laba bersih perusahaan ikut turun 80,6 persen. Dessy menilai faktor pelemahan ini masih akan berlanjut mempengaruhi margin kuartal pertama dan kedua tahun ini.

“Sehingga kinerja tahun 2020 secara keseluruhan kemungkinan akan tumbuh single digit dibandingkan 2019,” katanya kepada Bisnis, Kamis (19/3/2020) malam.

Adapun melihat tekanan yang terjadi pada perekonomian global, Dessy memperkirakan harga saham MDKA berpotensi tetap menguat pada akhir tahun. 

“Saham MDKA kami perkirakan memiliki potensi kenaikan jangka pendek ke level Rp1.150 per lembar dan Rp1.600 per lembar pada akhir tahun,” tuturnya.

Sementara itu, Dessy menyebutkan secara keseluruhan komoditas emas masih akan bertahan pada tahun 2020 ini. Pasalnya selain diperdagangkan, emas menjadi incaran sebagai pelindung aset.

Meski demikian, penurunan harga emas yang terjadi sepanjang tahun berjalan dan sempat mencapai US$1,472/oz berpotensi menekan pendapatan emiten emas selama semester pertama 2020 jika pelemahan masih berlanjut. 

“Dengan berlanjutnya pelemahan global, investor cenderung masih akan menjual emas demi menyimpan posisi kas yang kuat,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG sandiaga uno merdeka copper
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top