Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Barang Konsumsi Tinggi, Garudafood (GOOD) Hindari Over-Inventory

Merebaknya kasus virus corona atau Covid-19 di Indonesia meningkatkan kecenderungan konsumen untuk mengonsumsi kebutuhan makanan dasar dan produk kesehatan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 15 Maret 2020  |  10:42 WIB
Komisaris PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Atiff Ibrahim Gill (dari kiri), Direktur Paulus Tedjosutikno, dan Komisaris Hartono Atmadja berbincang di sela-sela paparan publik, di Jakarta, Selasa (30/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Komisaris PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Atiff Ibrahim Gill (dari kiri), Direktur Paulus Tedjosutikno, dan Komisaris Hartono Atmadja berbincang di sela-sela paparan publik, di Jakarta, Selasa (30/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Penetapan kondisi luar biasa (KLB) akibat virus corona atau Covid-19 di Indonesia meningkatkan kecenderungan konsumen meningkatkan belanja barang konsumsi makanan dasar dan produk kesehatan. 

Hal ini lantas memberikan tantangan tersendiri bagi produsen makanan dan minuman ringan. 

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (GOOD) menilai kondisi saat ini membuat perseroan mengambil langkah strategis untuk menghindari over-inventory

Direktur Garudafood, Paulus Tedjosutikno mengatakan ke depannya perseroan akan fokus pada kemampuan produksi, melihat dari kondisi yang terjadi saat ini. 

"Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi penjualan makanan ringan dan minuman kemasan. Oleh karena itu, kami fokus pada kemampuan produksi untuk menghindari over-inventory," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (13/3/2020).

Perseroan yang terkenal dengan produk Kacang Garuda tersebut juga menambahkan pihaknya akan fokus pada penjualan produk-produk fast moving.

"Kami terus mengedukasi konsumen tentang keunggulan produk-produk kami, campaign produk yang unik dan kreatif di media sosial dengan target yang disesuaikan contohnya produk biskuit dan minuman susu dari GOOD," terangnya. 

Dikutip dari data Bloomberg, saham GOOD bergerak positif dengan ditutup pada zona hijau. Emiten makanan dan minuman ringan tersebut parkir di level Rp1.170 dengan kenaikan sebesar 2,63 persen atau 30 poin pada penutupan pasar, Jumat (13/3/2020). 

Dengan volume transaksi sebesar 96,8 ribu lembar saham, saham GOOD mencapai nilai transaksi sebesar Rp105,66 juta.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG emiten
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top