Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Karyawan Smartphone Terinfeksi, Saham Samsung Electronics Jebol

Saham Samsung Electronics berakhir anjlok 4,05 persen atau 2.400 poin di level 56.800 won pada perdagangan Senin (24/2/2020), pelemahan hari ketiga berturut-turut sejak perdagangan 20 Februari.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  15:01 WIB
Samsung - Reuters
Samsung - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Samsung Electronics Co. melancarkan tindak pencegahan atas virus corona (Covid-19) menyusul melonjaknya jumlah kasus terinfeksi di Korea Selatan, termasuk terhadap seorang karyawan Samsung.

Hanya beberapa pekan setelah meluncurkan ponsel teranyarnya, Galaxy Z Flip, raksasa elektronik asal Korsel itu menutup sebuah pabrik di Korea Selatan yang memproduksi ponsel lipat tersebut.

Pabrik yang terletak di kota Gumi, Korea Selatan, ini ditutup selama akhir pekan kemarin setelah seorang karyawan divisi nirkabel, yang bertanggung jawab atas produksi smartphone, dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Sabtu (22/2/2020).

“Kesehatan dan keselamatan seluruh karyawan kami adalah prioritas utama kami. Perusahaan berencana untuk menerapkan semua tindakan yang diperlukan untuk desinfeksi dan membendung [virus corona] secepatnya,” terang Samsung, seperti dikutip dari Cnet.

Berdasarkan data Bloomberg, saham Samsung Electronics berakhir anjlok 4,05 persen atau 2.400 poin di level 56.800 won pada perdagangan Senin (24/2/2020), pelemahan hari ketiga berturut-turut sejak perdagangan 20 Februari.

Pelemahan saham Samsung menjadi penekan terbesar atas anjloknya indeks saham acuan Kospi Korsel sebesar hampir 4 persen pada perdagangan Senin.  

Meski bermula di China, virus mematikan yang telah menewaskan ribuan orang tersebut telah menyebar ke negara-negara lain, termasuk Korsel.

Pada Senin (24/2), Korsel melaporkan 161 tambahan kasus baru virus sehingga menjadikan kasus infeksi Covid-19 di Negeri Gingseng telah mencapai 763 kasus. Adapun, angka kematian korban jiwa akibat infeksi Covid-19 di Korea Selatan tercatat sebanyak 7 korban jiwa hingga saat ini.

Pemerintah Korsel telah menaikkan tingkat kewaspadaan terhadap virus corona ke level tertinggi. Dengan meningkatkan tingkat siaga ke level merah, pemerintah Korea Selatan di antaranya dapat membatasi perjalanan udara dan memberlakukan tindakan yang lebih ketat pada orang asing yang memasuki negara itu.

Perusahaan-perusahaan mulai dari Jepang hingga Singapura pun mengambil langkah-langkah untuk membatasi penyebaran virus corona di antara karyawan ataupun dalam fasilitas mereka.

Kasus infeksi yang menimpa seorang karyawan Samsung memunculkan kekhawatiran lain karena Gumi tak hanya merupakan lokasi pabrik Samsung tetapi juga pabrik-pabrik yang dioperasikan LG Electronics, LG Display, Toray Group dan perusahaan lain.

Samsung diketahui memiliki dua lini produksi di Gumi, sekitar 200 kilometer (124 mil) tenggara Seoul, untuk sebagian smartphone-nya.

“Kami khawatir tentang gangguan pada rantai pasokan teknologi yang menyebabkan keterlambatan mengimpor komponen dari China,” ujar Lee Hang-koo, seorang periset di Korea Institute for Industrial Economics & Trade.

“Tapi masalahnya sudah mulai serius karena kasus infeksi melonjak di dekat Gumi Industrial Park, rumah bagi pabrik-pabrik yang memproduksi bagian inti dari perangkat-perangkat elektronik,” jelas Lee, seperti dikutip dari Bloomberg.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Samsung Electronics

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top