Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bahana Sekuritas Jagokan Japfa Comfeed (JPFA) dari Sektor Perunggasan

Analis Bahana Sekuritas Maudi Vidya Andini dan Avelino Wilson Basuki memperkirakan pasar unggas domestik akan mengalami kelebihan pasokan dalam waktu dekat meskipun banyak intervensi dari sisi pemerintah hingga awal 2020.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  15:57 WIB
Pengunjung melintas didekat papan elektronik yang menampilkan pergerkan Indeks Harga Saham Gabngan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/2/2020) Binsis - AbdurachmanAbdurachman
Pengunjung melintas didekat papan elektronik yang menampilkan pergerkan Indeks Harga Saham Gabngan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (7/2/2020) Binsis - AbdurachmanAbdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bahana Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk beberapa emiten perunggasan dengan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) sebagai pilihannya.

Analis Bahana Sekuritas Maudi Vidya Andini dan Avelino Wilson Basuki memperkirakan pasar unggas domestik akan mengalami kelebihan pasokan dalam waktu dekat meskipun banyak intervensi dari sisi pemerintah hingga awal 2020.

“Keyakinan kami didasarkan pada ekspektasi konsumsi rumah tangga yang lemah, dengan pertumbuhan konsumsi daging unggas hanya 3 persen sementara pertumbuhan produksi mencapai 6 persen secara tahunan,” tulis keduanya dalam riset.

Untuk itu, kedua analis memperkirakan pasokan berlebih hingga 860 ribu ton hingga 2021 sedangkan produksi nasional mencapai 7,6 ton.

Bahana Sekuritas memilih JPFA sebagai pilihan utamanya karena margin pakan unggas yang kuat, kapasitas rumah pemotongan yang unggul dan valuasi yang lebih rendah dari pemain di sektor yang sama.

“Kami menetapkan target price 12 bulan untuk JPFA pada level Rp1.950, berdasarkan PER 12 kali, 2020E 0,5SD di atas rata-rata 3 tahun terakhir. Hal ini berarti, potensi harga sahamnya bisa naik 33,6 persen dari level saat ini,” tulisnya.

Sementara itu, emiten unggas CPIN direkomendasikan untuk dijual karena potensi margin terkompresi mengingat kontribusi pendapatan ayam pedaging yang lebih tinggi ke depannya.

“Kami menetapkan harga CPIN untuk 12 bulan di Rp5.350 berdasarkan target PER tahun 2020 sebesar 21,5 kali atau 0,5SD di bawah rata-rata tiga tahun terakhir.

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (18/2/2020) di Bursa Efek Indonesia, emiten unggas kompakberada di zona hijau.

Empat emiten tersebut adalah PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), PT Japfa Comfeed Tbk. (JPFA) dan PT Sierad Produce Tbk (SIPD).

Dikutip dari data Bloomberg, pada sesi pertama perdagangan bursa pada Selasa (18/2/2020) keempatnya kompak ‘berkokok’ pada zona hijau.

Emiten CPIN bahkan ikut mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) berada di zona hijau bersama dengan ASII, BRPT, TLKM dan KLBF pada sesi pertama perdagangan. Adapun, volume transaksi CPIN pada sesi pertama sebesar 1,61 juta saham dengan nilai sebesar Rp10,81 miliar.

Emiten unggas MAIN mengungguli tiga saham lainnya dengan skala margin kenaikan terbesar yakni 2,96 persen atau 25 poin di level Rp870 pada penutupan sesi pertama perdagangan bursa hari ini setelah sempat dibuka pada level Rp845.

Adapun saham JPFA mengikuti dengan kenaikan sebesar 2,64 persen atau 40 persen menjadi Rp1.555 setelah dibuka pada level Rp1.515 pada pagi ini.

Selanjutnya, CPIN bullish pada perdagangan sesi pertama dengan kenaikan sebesar 2,28 persen atau 150 poin di level Rp6.725 setelah dibuka pada level Rp6.575.

Terakhir, emiten SIPD juga berada di zona hijau dengan kenaikan sebesar 1,85 persen atau 15 poin ke level Rp825 dari Rp810 pada pembukaan pasar hari ini.

Hal ini kemungkinan besar dipicu oleh sentimen positif perihal Permendag nomor 7 tahun 2020 mengenai harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

japfa comfeed jpfa
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top