Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penggunaan Kendaraan Listrik Belum Kerek Efisiensi Blue Bird (BIRD)

Efisiensi baru terasa di level kendaraan per unit karena biaya bahan bakar dan perawatan lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan konvensional.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  15:53 WIB
Pengemudi mengisi daya taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Pengemudi mengisi daya taksi listrik Bluebird di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Senin (22/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten transportasi darat PT Blue Bird Tbk. (BIRD) menyatakan penggunaan kendaraan listrik sebagai armada taksi belum akan mengerek tingkat efisiensi perseroan.

Head of Investor Relation Blue Bird, Michael Tene mengatakan jumlah kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) saat ini belum signifikan dibandingkan total armada yang dimiliki perseroan. Dia menyebut, jumlah kendaraan listrik yang dimiliki Blue Bird saat ini mencapai 200 unit

"Untuk efisiensi dari penggunaan armada EV, memang impact-nya di level konsolidasi belum terlalu signifikan karena jumlah armadanya baru sekitar 200 kendaraan," Michael kepada Bisnis.com, Senin (17/2/2020).

Kendati demikian, efisiensi per unit kendaraan diakui cukup signfiikan bila dibandingkan dengan armada konvensional berbahan bakar minyak. Penghematan itu timbul dari efisiensi bahan bakar dan perawatan.

Secara umum, emiten bersandi saham Blue Bird itu menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebanyak Rp1,5 triliun untuk pembelian kendaraan. Sumber pendanaan akan berasal dari kas internal maupun pinjaman perbankan.

Di sisi lain, Michael belum bisa banyak berkomentar perihal akuisisi pelepasan saham perseroan oleh perusahaan induk. "Kami tidak bisa memberikan informasi detil mengenai transaksi saham yang dilakukan oleh holding company kami," ujarnya.

Michael membenarkan Blue Bird memang memperpanjang kerja sama dengan Gojek dalam usaha mengembangkan strategi booking channel dan metode pembayaran.

Dia mengimbuhkan, kolaborasi dengan Gojek diharapkan bisa memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi konsuumen dalam melakukan pemesanan dan pembayaran layanan taksi Blue Bird.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top