Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG : Ini Sentimen yang Jadi Perhatian Investor Hari Ini

Perhatian pelaku pasar masih tertuju pada wabah virus corona
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  08:44 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak di level 6.000 s.d 6.086. Sejumlah sentimen global dinilai masih akan menjadi perhatia pelaku pasar pada perdagangan Jumat (31/1/2020).

Pilarmas Investindo Sekuritas dalam laporan risetnya melaporkan, pada perdagangan Kamis (30/1/2020), ISHG ditutup melemah 55 poin atau 0,91 persen ke level Rp6.057.  Kemarin, sektor aneka industri, industri dasar, pertambangan, properti, barang konsumsi, infrastruktur, keuangan, perdagangan bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG kemarin. 

Menurut Pilarmas, saat ini perhatian pelaku pasar masih tertuju pada wabah virus corona. Terlebih, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah tersebut sebagai keadaan darurat global. Status darurat memberikan kesempatan kepada WHO untuk memobilisasi dukungan keuangan dan politik dari dunia internasional guna mengatasi wabah tersebut. 

Di pasar Eropa, tingkat suku bunga Inggris pada akhirnya tidak mengalami perubahan. Pasalnya, Bank Sentral Inggris menginginkan lebih banyak bukti mengenai kenaikkan ekonomi yang lebih baik. Sejauh ini proyeksi pertumbuhan ekonomi telah dipangkas dari 1,25 persen menjadi 0,75 persen.

Sementara itu, dari dalam negeri, realisasi investasi industri kimia dan farmasi sepanjang 2019 mengalami tekanan. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis, realisasi penanaman modal dalam negeri pada industri kimia dan farmasi dari turun 28,8 persen menjadi Rp9,48 triliun. Adapun investasi asing uga turun 23,3 persen menjadi US$1,48 miliar secara tahunan.

"Kami melihat industri kimia dalam negeri mengalami serangan dari impor sedangkan proteksi terhadap [barang] import sangat lemah, baik  proteksi tarif maupun non tarif masih belum diimplementasikan secara komprehensif,” tulis Pilarmas. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top