Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perkuat Pasar Ekspor, 3 Investor Jepang Masuk ke IFII

Sekretaris perusahaan Indonesia Fibreboard Industry Thomas Verdiyanto menjelaskan tiga perusahaan asal Jepang tersebut yakni SMB Kenzai Co.Ltd, Noda Corporation, dan Ishinomaki Plywood Manufacturing Co.Ltd.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  14:46 WIB
President Director Indonesia Fibreboard Industry Heffy Hartono dan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya mengamati papan perdagangan saham IFII di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (10/12/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi
President Director Indonesia Fibreboard Industry Heffy Hartono dan Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya mengamati papan perdagangan saham IFII di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (10/12/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga perusahaan asal Jepang masuk sebagai pemegang saham baru dalam kepemlikan PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk. (IFII).

Sekretaris perusahaan Indonesia Fibreboard Industry Thomas Verdiyanto menjelaskan tiga perusahaan asal Jepang tersebut yakni SMB Kenzai Co.Ltd, Noda Corporation, dan Ishinomaki Plywood Manufacturing Co.Ltd.

Tiga perusahaan asal negri sakura tersebut masing-masing membeli saham perseroan sebesar 25 persen, 3,72 persen dan 3,72 persen.

“Kehadiran para investor ini tentunya untuk memperkuat pasar ekspor. Ketiga perusahaan tersesbut juga memiliki fokus bidang yang sama yakni bisnis produk kayu khususnya di pasar Jepang. Selain itu kami juga memperoleh transfer teknologi dan skill,” jelasnya melalui keterangan resmi dikutip Jumat (24/1/2020).

Adapun, SMB Kenzai Co.Ltd merupakan perusahaan yang bergerak dalam material pembangunan. Noda Corporation bergerak dalam pabrikasi, impor, pengolahan dan penjualan bahan material bangunan kayu dan inorganik, papan serat berkerapatan sedang, dan kayu lapis.

Sementara Ishinomaki Plywood Manufacturing Co.Ltd. bergerak dalam pabrikasi dan penjualan kayu lapis dan produk turunannya.

Perusahaan pengolahan kayu itu, memasang target pertumbuhan yang agresif seiring dengan rencana menambah kapasitas produksi. Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp40 miliar pada tahun ini.

Dana belanja modal yang bersumber dari dana hasil IPO dan kas internal itu, digunakan untuk pembelian mesin guna peningkatan kapasitas pabrik.

Saat ini, kapasitas pabrik sebesar 250.000 meter kubik per tahun. Penambahan mesin akan memberikan tambahan kapasitas sekitar 25.000 meter kubik per tahun atau 10 persen dari kapasitas saat ini.

Adapun, target pertumbuhan laba yang tinggi karena perseroan menggunakan 64% dari dana IPO sebesar Rp148 miliar, untuk refinancing kepada Bank Nord LB. Refinancing tersebut akan menekan beban bunga sehingga berimbas positif terhadap laba perseroan.

Lebih lanjut, dari dana IPO tersebut, sekitar 18 persen digunakan untuk belanja modal dan 18 persen untuk modal kerja.

Indonesia Fibreboard Industry memiliki kegiatan usaha utama di bidang industri Medium Density Fibreboard (papan serat berkerapatan sedang/MDF) dan produk kayu olahan lainnya. MDF adalah olahan kayu yang berupa papan yang digunakan sebagai pengganti dari plywood sebagai bahan baku pembuatan furniture.

Perseroan yang berbasis di Jakarta Utara itu, menyasar pasar ekspor sebagai pasar utama. Porsi ekspor saat ini sebesar 75,82 persen terhadap penjualan per semester I/2019.

Jepang menjadi penyumbang terbesar yakni 50,88 persen terhadap penjualan, diikuti Timur Tengah sebesar 17,53 persen dan lainnya 7,41 persen. Adapun, pasar domestik berkontribusi 24,18 persen terhadap penjualan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kayu Indonesia Fibreboard Industry
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top