Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Netflix Melonjak, Nasdaq Cetak Rekor Baru

Lonjakan saham Netflix berhasil mendorong naik indeks S&P 500 dan Nasdaq di bursa Wall Street Amerika Serikat pada akhir perdagangan Kamis (23/1/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  07:08 WIB
Tanda Wall St. terlihat di distrik keuangan New York - Reuters
Tanda Wall St. terlihat di distrik keuangan New York - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Lonjakan saham Netflix berhasil mendorong naik indeks S&P 500 dan Nasdaq di bursa Wall Street Amerika Serikat pada akhir perdagangan Kamis (23/1/2020).

Bagaimana pun, pemberitaan tentang wabah virus corona (coronavirus) baru dari China dan laporan kinerja korporasi yang menunjukkan beragam hasil membatasi pergerakan Wall Street.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 berakhir naik 0,11 persen di level 3.325,54 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,2 persen ke level 9.402,48, level penutupan tertingginya. Meski demikian, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,09 persen di posisi 29.160,09.

Indeks S&P dan Nasdaq sama-sama diperdagangkan di level lebih rendah sebelum tersiar kabar bahwa perusahaan bioteknologi Gilead Sciences Inc. mengevaluasi obat Ebola sebagai pengobatan potensial untuk virus tersebut.

Meski otoritas kesehatan di China memblokade jutaan orang dalam kota merebaknya virus ini sebagai upaya mengendalikan wabah yang sejauh ini telah merenggut 18 nyawa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berpendapat masih terlalu dini untuk menyatakan darurat kesehatan global.

“Virus ini, jika bukan pengalihan, adalah sesuatu yang akan dimanfaatkan oleh para pedagang," ujar Chuck Carlson, kepala eksekutif di Horizon Investment Services, Indiana.

Wabah virus ini telah menekan pasar ekuitas global, kala jutaan orang China bersiap untuk melakukan perjalanan merayakan Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, musim laporan kinerja korporasi untuk kuartal IV/2019 semakin intensif. Para analis kini memperkirakan laba kuartal keempat akan mengalami kontraksi sebesar 0,7 persen dari tahun lalu.

Dari 74 perusahaan dalam S&P 500 yang telah melaporkan hasilnya, 67,6 persen di antaranya mengalahkan ekspektasi konsensus, menurut data Refinitiv.

“Hari ini kita melihat situasi pasar yang flat, menunjukkan bahwa pasar merasa nyaman dengan laporan pendapatan dan bahwa ekspektasi telah meningkat mengingat reli memasuki musim laporan pendapatan,” lanjut Carlson.

Perusahaan asuransi Travelers Cos Inc. melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Namun, saham perusahaan turun 5,1 persen dan menjadi penekan terbesar pada Dow Jones.

Saham Union Pacific Corp. naik 3,5 persen setelah menyatakan bahwa kesepakatan dagang fase satu AS-China akan memutarbalik volume yang merosot.

Adapun saham Netflix melonjak 7,2 persen, bangkit dari pelemahan sebelumnya yang dipicu proyeksi mengecewakan.

Pergerakan Bursa Wall Street 23 Januari

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

29.160,09

-0,09

S&P 500

3.325,54

+0,11

Nasdaq

9.402,48

+0,2

Sumber: Reuters


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street Netflix
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top