Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Menguat di Jeda Siang, BBRI & ASII Jadi Penopang Utama

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,14 persen atau 8,43 poin ke level 6.241,89 pada jeda siang, setelah dibuka menguat 0,17 persen atau 10,55 poin ke level 9.244 pada perdagangan hari ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  12:37 WIB
Karyawan berdiri di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2019). - ANTARA /Reno Esnir
Karyawan berdiri di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (13/12/2019). - ANTARA /Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan menguat hingga akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (23/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,14 persen atau 8,43 poin ke level 6.241,89 pada jeda siang, setelah dibuka menguat 0,17 persen atau 10,55 poin ke level 9.244 pada perdagangan hari ini.

Pada perdagangan Rabu (22/1/2020), IHSG mengakhiri pergerakannya di level 6.233,45 dengan pelemahan tipis 0,08 persen atau 4,70 poin.

Sepanjang perdagangan siang ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.229,13 – 6.255,04.

Lima dari sembilan sektor terpantau bergerak di zona hijau, didorong oleh sektor industri dasar yang menguat 0,79 persen dan aneka industri yang naik 0,54 persen. Empat sektor lainnya melemah, dipimpin sektor perdagangan yang melemah 0,32 persen.

Dari 676 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 158 saham di antaranya menguat, sedangkan 201 saham melemah, dan 317 saham lainnya stagnan pagi ini.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing menguat 0,42 persen dan 0,71 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG masih akan bergerak cenderung flat karena minimnya sentimen baik dari dalam dan luar negeri yang mampu menggerakkan indeks hari ini.

Kekhawatiran investor terhadap virus corona masih ada namun menipis seiring penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah China serta negara lain untuk mencegah menyebarnya virus dari China.

Pasar AS semalam ditutup bervariasi seiring respon investor terhadap beberapa emiten teknologi seperti IBM yang telah merilis laporan keuangan. Sementara dari Eropa, pasar tertekan seiring President Trump yang masih konsisten dengan pernyataannya terhadap terhadap tarif impor mobil Eropa.

Hari ini akan ada rilis data suku bunga acuan BI 7Day Reverse Repo Rate yang menurut konsensus masih ada flat di level 5 persen.

“IHSG hari ini kami perkirakan masih flat seiring minimnya sentimen baru dari global untuk mendorong pasar sementara rilis data domestik 7D-RRR tidak akan mempengaruhi IHSG secara signifikan,” ungkap Samuel Sekuritas dalam risetnya, Kamis (23/1/2020).

Sementara itu, 29 dari 34 ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga 7DRRR di level 5 persen dalam RDG hari ini. Sementara itu, 5 lainnya memperkirakan pemangkasan sebesar 25 basis poin.

“Kebijakan bank sentral kemungkinan akan menandakan sikap akomodatif yang berkelanjutan terhadap latar belakang pertumbuhan yang lamban dan menahan inflasi," kata Krystal Tan, ekonom di Australia & New Zealand Banking Group Ltd, seperti dikutip Bloomberg.

Sejalan dengan penguatan IHSG, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 23 poin atau 0,17 persen ke level Rp13.623 per dolar AS pada pukul 11.55 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top