Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MDKA Serap Belanja Modal US$120 juta

Sekretaris Perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk Adi M. Soekri mengatakan bahwa hingga kuartal ketiga tahun ini, pihaknya telah menyerap belanja modal sebesar US$120 juta dari total target tahun ini senilai US$160 juta.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  20:18 WIB
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Suasana di area pertambangan konsesi Tambang Tumpang Pitu (Tujuh Bukit) milk PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk, di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (23/7/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, BANYUWANGI – PT Merdeka Copper Gold Tbk. telah merealisasikan 75 persen dari belanja modal yang ditargetkan tahun ini, pada kuartal III/2019.

Sekretaris Perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk Adi M. Soekri mengatakan bahwa hingga kuartal ketiga tahun ini, pihaknya telah menyerap belanja modal sebesar US$120 juta dari total target tahun ini senilai US$160 juta.

Adapun, dia mengatakan bahwa belanja modal tersebut berasal dari gabungan private placement, internal, dan pinjaman.

“Kontribusi terbesar, sebesar US$60 juta telah dibelanjakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pembelian alat berat di tambang tujuh bukit, Banyuwangi, karena kami sudah tidak menggunakan kontraktor lagi,” ujar Adi saat acara media visit di lokasi tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi, Kamis (5/12/2019).

Sebagai informasi, tambang Tujuh Bukit milik PT Bumi Suksesindo (BSI), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, sebelumnya menggunakan jasa kontraktor PT Madani yang kemudian diambil alih oleh PT BSI seluruhnya sehingga perusahaan memerlukan modal yang cukup untuk membeli alat berat baru.

Kemudian, emiten dengan kode saham MDKA tersebut juga tengah berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi tambang Tujuh Bukit dari semula sebesar 4 juta ton per tahun menjadi 8 juta ton.

Adi mengatakan bahwa sejak memulai eksplorasi pada 2016, BSI berhasil membangun sistem kerja yang optimal dengan didukung teknologi yang membuat operasional tambang Banyuwangi semakin efisien sehingga membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Adapun, capaian produksi emas MDKA hingga kuartal III/2019 berhasil menyentuh level 174.216 ounce (oz), jauh lebih besar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Oleh karena itu, Adi mengatakan bahwa pihaknya menaikkan target produksi emas tahun ini dari 180.000 – 200.000 oz menjadi 200.000 - 220.000 oz.

Adi menambahkan, untuk meningkatkan produksi, BSI pada saat ini sedang melanjutkan proses eksplorasi sumberdaya porfiri tembaga dan emas pada Upper High Grade Zone (UHGZ). MDKA telah membelanjakan sebesar US$20 juta untuk menunjang eksplorasi tersebut.

Sementara itu, belanja modal sebesar US$40 juta hingga kuartal ketiga tahun ini digunakan untuk pengembangan tambang tembaga Wetar di Maluku Barat. Pada 2019, tambang tembaga Wetar itu ditargetkan memproduksi tembaga sebanyak 18.000 – 20.000 ton tembaga.

Adi menuturkan, MDKA akan terus mengoptimalkan aset-aset tambang yang dimiliki perseroan lainnya, tidak hanya tambang Tujuh Bukit dan tambang Wetar. MDKA pada 2018 telah mengakuisisi proyek tambang strategis di tambang emas Pani di Gorontalo dengan luas wilayah eksplorasi sekitar 100 hektare.

Adi mengaku hingga saat ini tambang emas tersebut masih dalam tahap eksplorasi sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih detail terkait cadangan terukur. Dia memperkirakan eksplorasi rampung pada pertengahan tahun depan.

“Kami optimistis dengan aset tambang emas dan mineral yang dimiliki, MDKA akan semakin menempatkan posisinya sebagai perusahaan tambang terkemuka di dunia. Dukungan sumber daya manusia dan penguasaan teknologi menjadikan value perusahaan juga akan terus meningkat,” kata Adi.

Di sisi lain, penjualan MDKA hingga kuartal III/2019 mencapai 179.643 oz emas dan 262.189 oz perak. Jumlah tersebut setara dengan penjualan perusahaan sebesar US$251,95 juta dari proyek Pertambangan Tujuh Bukit, Banyuwangi.

Sementara itu  penjualan dari proyek tembaga di Wetar pada periode yang sama berhasil mencapai 12.804 ton tembaga atau senilai US$77,83 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merdeka copper mdka
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top