Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga SUN Diprediksi Loyo Akibat Sentimen Eksternal

Kepala Riset Pendapatan Tetap BNI Sekuritas, Ariawan mengatakan langkah Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif impor baja dan aluminium dari Brazil dan Argentina membuat pelaku pasar global enggan menempatkan dana pada aset di negara berkembang.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  09:25 WIB
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT BNI Sekuritas memprediksi harga surat utang negara (SUN) loyo akibat ketidakpastian global.

Dikutip dari hasil risetnya, Selasa (3/12/2019), Kepala Riset Pendapatan Tetap BNI Sekuritas, Ariawan mengatakan langkah Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif impor baja dan aluminium dari Brazil dan Argentina membuat pelaku pasar global enggan menempatkan dana pada aset di negara berkembang. Di sisi lain, belum ada titik terang terkait perang dagang China-AS sehingga pelaku pasar lebih berhati-hati membuat keputusan.

Selain itu, data manufaktur AS lebih rendah dari ekspektasi. Data manufaktur AS pada November berada di level 48,1 atau lebih rendah dari ekspektasi konsensus Bloomberg yang sebesar 49,2.

"Potensi koreksi harga lanjutan di pasar surat utang Indonesia masih cukup terbuka dalam jangka pendek di tengah meningkatnya tekanan eksternal," katanya.

Di sisi lain, dia menyebut data inflasi bulanan periode November rendah yakni 0,14% secara bulanan dan 3% secara tahunan.

Atas proyeksi tersebut, dia merekomendasikan agar investor memilih instrumen jangka pendek dan menengah guna memanfaatkan momentum koreksi harga hari ini. Beberapa seri SUN yang bisa dicermati yaitu FR0053, FR0061, FR0070, FR0077, FR0059, FR0064, dan FR0071.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

“Di tengah potensi koreksi harga lanjutan yang masih cukup terbuka di pasar surat utang Indonesia, maka SUN bertenor pendek dan menengah ,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sun
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top