Dibayangi Kekhawatiran Ekonomi dan Perdagangan, Bursa AS Melemah

Bursa saham Amerika Serikat melemah dari rekor tertinggi pekan lalu pada hari Senin (12/2/2019), menyusul data manufaktur AS yang lemah dan kekhawatiran perdagangan baru.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  07:06 WIB
Dibayangi Kekhawatiran Ekonomi dan Perdagangan, Bursa AS Melemah
New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat melemah dari rekor tertinggi pekan lalu pada hari Senin (12/2/2019), menyusul data manufaktur AS yang lemah dan kekhawatiran perdagangan baru.

Ketiga indeks  saham utama AS memulai bulan terakhir tahun ini di zona merah karena investor kembali dari liburan panjang akhir pekan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 267,35 poin, atau 0,95 persen ke level 27.784,06, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 27 poin atau 0,86 persen menjadi 3.113,98 dan Nasdaq Composite turun 97,48 poin atau 1,12 persen ke 8.567,99.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, hanya sektor bahan dan konsumen yang mengakhiri sesi di wilayah positif.

Dilansir Reuters, laporan dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas manufaktur AS terkontraksi pada bulan November, kontraksi bulan keempat berturut-turut, yang memicu kekhawatiran bahwa periode ekspansi ekonomi terpanjang dalam sejarah AS akan kehilangan tenaga.

"Data manufaktur yang lebih lemah dari perkiraan tidak membantu indeks. Tren ini kemungkinan berlanjut dalam jangka pendek," kata Oliver Pursche, kepala analis pasar di Bruderman Asset Management di New York.

"Pertanyaannya adalah apakah konsumen akan terus menjaga perekonomian tetap stabil?" tambah Pursche. "Dan sejauh ini, data awal tentang pengeluaran Black Friday sangat positif. Ini angka yang besar."

Sementara itu, penjualan saat Cyber Monday diperkirakan mencapai rekor menyusul capaian penjualan pada saat Black Friday mencapai US$11,6 miliar.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan di akun Twitter-nya bahwa ia akan kembali mengenakan tarif pada baja yang diimpor dari Brasil dan Argentina. Berita tersebut meningkatkan saham produsen baja AS A. Steel Corp dan AK Steel Holding Corp masing-masing sebesar 4,2 persen dan 4,7 persen.

Namun, kabar tersebut adalah tanda terbaru bahwa isu perdagangan antara AS dan mitra dagang globalnya akan terus mendominasi pasar dan menghambat pertumbuhan ekonomi global.

Berita ini setelah Wall Street mencapai level tertinggi baru-baru ini, yang didorong oleh ekspektasi perjanjian perdagangan "fase pertama" yang akan segera terjadi antara AS dan China.

Seorang penasihat senior Trump mengatakan pada hari Senin bahwa masih ada kemungkinan kesepakatan dengan China dapat dicapai pada akhir tahun ini.

"Ini bukan hanya tentang Trump mengumumkan tarif baja, tetapi kekhawatiran bahwa dia akan mengizinkan kenaikan tarif terhadap China pada 15 Desember," tambah Pursche.

Pergerakan Bursa saham Amerika Serikat
IndeksLevelPerubahan (persen)

Dow Jones

27.784,06

-0,95

S&P 500

3.113,98

-0,86

Nasdaq

8.567,99

-1,12

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top