Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2 Sektor di Bursa Luar Negeri ini Topang Reksa Dana Saham Dolar AS

Adapun alokasi negara tempat investasi mayoritas beada di China sebesar 38,17 persen, diikuti Taiwan dan Korea Selatan yang masing0masing 13,41 persen dan 12,69 persen.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 November 2019  |  09:25 WIB
bursa hong kong
bursa hong kong

Bisnis.com, JAKARTA - Sektor teknologi dan kesehatan yang terus tumbuh di bursa luar negeri menopang kinerja reksa dana saham berdenominasi dolar AS besutan PT Eastspring Investments Indonesia.

Satu-satunya produk reksa dana berdenominasi dolar AS milik Eastspring Indonesia yaitu Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD naik 9,73 persen ytd.

Berdasarkan laporan kinerja reksa dana per 30 Oktober 2019, lima besar efek dalam portofolionya ada saham milik Alibaba Group, Tencent Holdings, Taiwan Semiconductor, Samsung Electronic, dan BHP Billiton Ltd. 

Adapun alokasi negara tempat investasi mayoritas beada di China sebesar 38,17 persen, diikuti Taiwan dan Korea Selatan yang masing0masing 13,41 persen dan 12,69 persen.

Chief Investment Officer Eastspring Investments Ari Pitojo menjelaskan bahwa sektor teknologi dan kesehatan yang bertumbuh pesat di luar negeri telah menjadi penopang kinerja reksa dana saham berdenominasi dolar AS besutannya.

“Kalau dibandingkan dengan IHSG kita, itu ada 20 persen sektor yang belum terwakili di IHSG. Ada sektor teknologi dan kesehatan, kesehatannya bukan rumah sakit ya, lebih ke biotek dll,” jelasnya kepada Bisnis di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Oleh karena itu, produk Eastspring Syariah Equity Islamic Asia Pacific USD ikut menikmati pertumbuhan sejalan dengan menguatnya dua sektor tersebut di bursa luar.

Dirinya menambahkan bahwa produk reksa dana saham berdenominasi dolar AS bisa dijadikan pilihan diversifikasi bagi investor untuk dapat menikmati pertumbuhan sektor yang belum terepresentasi di Indonesia.

Sementara itu, dirinya mengaku bahwa kekisruhan di Hong Kong tak terlalu berdampak terhadap kinerja reksa dananya. 

Chief Product Development and Head of Sharia Unit Eastspring Indonesia Rian Wisnu Murti menambahkan bahwa perkembangan di Hong Kong terus dipantau.

“Kami mencermati terus perkembangannya. Dengan kinerja yang sekarang, memang pengaruhnya tidak terlalu besar terhadap performa reksa dana kami,” tuturnya.

Adapun, manajer investasi yang mengelola dana lebih dari Rp89,69 triliun per 31 Oktober 2019 ini masih akan menerbitkan 1 produk reksa dana dolar AS berjenis reksa dana saham syariah dan 2 produk reksa dana terproteksi pada akhir tahun ini.

“Mungkin kami lihat dulu market kondisinya seperti apa, tapi masih on track. InsyaAllah offshore saham dan masih di sekitaran kawasan Greater China,” tuturnya.

PRODUK BARU

Terbaru, PT Danareksa Investment Management (DIM) meluncurkan reksa dana saham syariah berbasis efek syariah luar negeri berdenominasi dolar AS yaitu Danareksa G20 Sharia Equity Fund Dollar pada Selasa (26/11/2019).

Direktur Utama DIM Marsangap P Tamba mengatakan pemilihan tema ini karena PDB negara-negara G20 menyumbang sekitar 83 persen dari PDB dunia dan sekitar 75 persen dari perdagangan dunia juga berasal dari negara-negara G20. 

“Hal ini juga didukung oleh potensi geografis dan demografis dimana luas negara-negara yang tergabung dalam anggota G20 merupakan 60,8 persen dari luas total daratan dunia dengan jumlah penduduk 64,3 persen penduduk dunia. Yang kedua, tentunya tema yang kita pilih juga berbeda dengan produk yang sudah ada,” tuturnya.

Dari sisi strategi pengelolaan, produk ini akan dikelola secara aktif untuk mendapatkan alpha dari portfolio yang terkonsentrasi (high conviction).  

Dalam pengelolaan Danareksa G20 Sharia Equity Fund Dollar, DIM bekerja sama dengan Invesco Asset Management Ltd. sebagai penasihat investasi yang merupakan bagian dari Invesco Ltd..

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top