Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Diprediksi Melemah karena Profit Taking Jangka Pendek

Pada perdagangan Rabu (16/10) IHSG ditutup menguat pada level 6.169,59. Penguatan ini didorong oleh sektor keuangan yang menguat 0,62% dan sektor properti yang menguat 0,57%.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  07:25 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada Kamis (17/10/2019) seiring dengan upaya realisasi keuntungan atau profit taking pelaku pasar. Indeks telah menguat dalam 4 hari perdagangan terakhir.

Pada perdagangan Rabu (16/10) IHSG ditutup menguat pada level 6.169,59. Penguatan ini didorong oleh sektor keuangan yang menguat 0,62% dan sektor properti yang menguat 0,57%.

Menurut analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Chistoper, indeks ditutup menguat seiring dengan penguatan di Asia serta antisipasi investor menjelang rilis laporan keuangan kuartal III/2019.

Kendati demikian, untuk hari ini, IHSG diperkirakan melemah yang terlihat dari candlestick membentuk doji di sekitar resistance moving average yang mengindikasikan rentang penguatan mulai terbatas.

“Indikator stochastic mulai menyempit, diperkirakan akan ada profit taking dalam jangka pendek,” katanya.

Dennies memperkirakan titik support berada di rentang 6.126 hingga 6.148. Kemudian, titik resistance akan berada di kisaran 6.188 hingga 6.206.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Dia pun merekomendasikan untuk mencermati saham beberapa emiten, yaitu WIKA dengan target harga Rp1.980—Rp2.020, CTRA dengan target harga Rp1.220—Rp1.240, dan BBNI dengan target harga Rp7.300—Rp7.400.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, stochastic dan RSI menunjukkan sinyal positif.

“Meskipun demikian, terlihat pola bearish doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke support terdekat,” ujar Nafan.

Ia merekomendasi sejumlah saham yang dapat dipertimbangan investor antara lain AALI, ASII, INCO, ITMG, dan PWON.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top