PT SMF Siap Rilis Obligasi Rp600 Miliar Sebelum Akhir Tahun

Penerbitan surat utang PT Sarana Multigriya Finansia (SMF) sepanjang 2019 telah mencapai Rp9,4 triliun. PT SMF optimistis dapat mencapai target penerbitan pada sisa tahun ini.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  11:30 WIB
PT SMF Siap Rilis Obligasi Rp600 Miliar Sebelum Akhir Tahun
Jajaran direksi SMF, direksi BEI dan profesi penunjang emisi PUB IV SMF Tahap VIII Tahun 2019 berfoto bersama usai pencatatan perdana instrumen tersebut di BEI, Senin (25/3/2019)./Bisnis - Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA - Penerbitan surat utang PT Sarana Multigriya Finansia (SMF) sepanjang 2019 telah mencapai Rp9,4 triliun. PT SMF optimistis dapat mencapai target penerbitan pada sisa tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur PT SMF Ananta Wiyogo saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Jakarta pada Jumat (4/10/2019).

Ananta mengatakan, nilai itu masih di bawah target senilai Rp10 triliun yang dicanangkan untuk 2019. Sisa Rp600 miliar nantinya akan dialokasikan untuk membantu pembiayaan rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Ananta melanjutkan, pihaknya optimistis sisa penerbitan itu dapat tercapai pada sisa tahun ini. Pasalnya, PT SMF telah memiliki pasar dan target yang jelas, yakni pembiayaan rumah untuk kalangan menengah ke bawah. Hal tersebut akan membuat posisi PT SMF cukup kuat dan meyakinkan di kalangan calon pemberi dana.

“Apalagi saat ini rating kami di perusahaan pemeringkat berada di level AAA. Ini akan menambah keyakinan investor kepada PT SMF,” lanjutnya.

Sejak 2005, pemenuhan pembiayaan yang dilakukan PT SMF untuk MBR telah menjangkau 845 ribu debitur yang tersebar di seluruh Indonesia dengan nilai kumulatif mencapai Rp52,85 triliun. Dana tersebut didapat melalui dua cara, yakni fasilitasi sekuritiasi sebesar Rp10,15 triliun dan penyaluran pinjaman sebanyak Rp42,69 triliun.

Sementara itu, untuk 2020 Ananta menjelaskan saat ini pihaknya masih menyiapkan rencana pendanaan yang lebih komprehensif. Suntikan modal sebesar Rp2,5 triliun yang diberikan pemerintah akan dimafaatkan untuk tiga pos pendanaan untuk mencapai target.

Dari jumlah modal yang diberikan pemerintah pada 2020, Ananta yakin skema pembiayaan melalui penerbitan surat utang dapat meraup dana Rp4,56 triliun. Penerbitan surat utang ditujukan untuk mengungkit nilai pendanaan (leveraging) perseroan agar dapat memenuhi kebutuhan kredit perumahan yang lebih banyak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smf

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top