Rekomendasi Saham: ROTI Mengembang Menuju Level Rp1.500?

Saham produsen Sari Roti ini telah naik 5,42% sepanjang tahun berjalan. Pada sesi I perdagangan Kamis (4/10/2019), saham ROTI ditutup pada harga Rp1.265 per saham.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  13:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. dapat menjadi pilihan menarik bagi investor seiring dengan kinerja positif perseroan pada semester I/2019.

Emiten bersandi saham ROTI ini, mencetak penjualan bersih naik 24,37% secara tahunan menjadi Rp1,59 triliun pada paruh pertama tahun ini. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turut mengembang 153,82% menjadi Rp101,45 miliar pada periode yang sama.

Kinerja fundamental yang kuat menjadi sentimen positif bagi gerak sahamnya. Saham produsen Sari Roti ini telah naik 5,42% sepanjang tahun berjalan. Pada sesi I perdagangan Kamis (4/10/2019), saham ROTI ditutup pada harga Rp1.265 per saham.

Deputy Head of Research Sinarmas Sekuritas Wilbert meningkatkan rekomendasi dari netral ke add untuk saham ROTI dengan target harga Rp1.400. Target harga itu memiliki potensi upside 11% dan mempertimbangkan target harga per laba (price to earnings ratio/PER) 30,5 kali yang merupakan rata-rata PER dalam 5 tahun.

ROTI memiliki strategi memperluas distribusinya di pasar general trade (GT) dengan membangun 2 fasilitas baru yang berlokasi di Banjarmasin dan Pekanbaru pada 2020. Ini memungkinkan ROTI untuk menembus area yang sebelumnya tidak terjangkau.

Di sisi lain, margin diperkirakan melebar seiring dengan normalisasi biaya operasional. Di antaranya, perseroan tidak lagi agresif dalam kegiatan pemasaran.

Selain itu, perseroan melakukan efisiensi biaya transportasi, di mana saat ini ROTI memasok permintaan di Kalimantan dari pabrik Kalimantan terbaru dan yang akan datang.

Perseroan juga berencana meningkatkan rerata harga jual (average selling price/ASP) sebesar 5% pada tahun depan mengingat kompetisi di industri yang berkurang. Secara bertahap, perseroan mulai meningkatkan ASP sebesar 3% terhadap produk tertentu sejak September 2019.

"Ini akan mendukung prospek pertumbuhan yang menjanjikan dan profitabilitas yang lebih sehat," katanya dalam riset, baru-baru ini.

Dari 8 analis yang mencermati saham ROTI, 4 di antaranya memberikan rekomendasi beli dan 4 lainnya hold.

Pada 10 September 2019, Analis UOB Kay Hian Stevanus Juanda memberikan rekomendasi beli terhadap saham ROTI dengan target harga Rp1.450.

Sebelumnya, analis PT Sucor Securitas Jennifer Widjaja memperkirakan ROTI dapat mencapai pertumbuhan penjualan minimal 18% pada tahun ini. Perkiraan ini didukung oleh kontribusi penjualan dari saluran pasar tradisional yang lebih tinggi yakni 28% dari total penjualan, dibandingkan 21% pada 2018.

Proyeksi ini juga didukung penjualan dari wilayah Filipina yang lebih kuat seiring peluncuran produk sandwich baru di toko-toko, setelah hanya menjual produk roti putih di supermarket.

"Berita baik lainnya, ROTI mengunci kontrak gandum pada semester II/2019 pada harga yang menguntungnan, sekitar 3% lebih rendah dari kontrak semester I/2019," tulisnya.

Sucor memberikan target harga Rp1.500 per saham untuk produsen Sari Roti itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekomendasi saham, nippon indosari corpindo

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top