Trump Akan Dimakzulkan, Bursa Asia Melemah

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (25/9/2019) setelah anggota parlemen AS menyerukan penyelidikan terhadap Presiden Donald Trump dan meningkatkan prospek ketidakpastian politik berkepanjangan di AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 September 2019  |  16:05 WIB
Trump Akan Dimakzulkan, Bursa Asia Melemah
Seorang wanita berjalan melewati papan elektronik yang menunjukkan grafik pergerakan indeks Nikkei Jepang baru-baru ini. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (25/9/2019) setelah anggota parlemen AS menyerukan penyelidikan terhadap Presiden Donald Trump dan meningkatkan prospek ketidakpastian politik berkepanjangan di AS.

Langkah dramatis partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat menambah kekhawatiran para investor dengan keyakinan yang telah diguncang oleh ketegangan perdagangan AS dan China serta risiko resesi global.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang turun 0,86 persen, penurunan terbesar sejak 3 September, sementara indeks Nikkei 225 dan Topix masing-masing melemah 0,36 persen dan 0,18 persen.

Di China, indeks Shanghai composite ditutup melemah 1 persen dan CSI 300 tutun 0,77 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah 1,28 persen.

Saham China merosot dan yuan offshore turun, sementara minyak berjangka memperpanjang penurunan setelah Trump dengan keras mengkritik praktik perdagangan Beijing dalam pidato di PBB, mengurangi harapan untuk resolusi perang perdagangan AS-China.

"Penyelidikan impeachment telah membuat saham Asia berkurang," kata Kiyoshi Ishigane, manajer dana di Mitsubishi UFJ Kokusai Asset Management Co, seperti dikutip Reuters.

"Saham China sudah terkena risiko penurunan. Komentar Trump kemungkinan meningkatkan risiko itu. Ada kekhawatiran tentang sentimen konsumen AS, ada juga kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi China belum berhenti," lanjutnya.

Dorongan untuk penyelidikan impeachment dan data ekonomi AS yang mengecewakan membebani Wall Street pada hari Selasa, mendorong indeks S&P 500 melemah 0,84 persen, penurunan harian terbesar dalam sebulan terakhir.

Sementara itu, Dewan Perwakilan AS akan meluncurkan penyelidikan impeachment resmi terhadap dugaan bahwa Trump mencari bantuan dari Ukraina untuk merugikan mantan Wakil Presiden Joe Biden, calon nominasi presiden dari Partai Demokrat untuk pemilu 2020. Trump membantah klaim tersebut.

Tidak mungkin bahwa penyelidikan akan mengarah pada pemakzulan Trump dari kantor. Bahkan jika DPR yang dikuasai Demokrat memilih untuk memakzulkan Trump, Senat mayoritas Partai Republik harus mengambil langkah berikutnya untuk mengeluarkannya dari jabatan setelah pengadilan.

Namun, perkembangan itu menyuntikkan ketidakpastian baru ke pasar keuangan, yang telah bergolak oleh keresahan politik di Hong Kong, Inggris, Italia, hingga Timur Tengah.

"Jika penyelidikan pemakzulan terlihat seperti mengakhiri peluang terpilihnya kembali pada tahun 2020, ia mungkin berhati-hati terhadap dan mengeraskan sikapnya terhadap kesepakatan perdagangan China, meningkatkan kemungkinan resesi global tahun depan," kata Jeffrey Halley, analis senior di OANDA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top