Ide Trading Hari Ini, Cermati Saham BEEF, JPFA, HMSP, BBTN, TINS, ANTM, INCO

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. Lanjar Nafi mengatakan, dari dalam negeri, penurunan saham rokok karena sentimen potensi kenaikan cukai yang lebih tinggi melihat RAPBN pemerintah yang besar.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 03 September 2019  |  05:37 WIB
Ide Trading Hari Ini, Cermati Saham BEEF, JPFA, HMSP, BBTN, TINS, ANTM, INCO
Pengunjung mengambil foto monitor perdagangan harga saham di Jakarta, Jumat (1/2/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas bursa saham Asia menutup perdagangan awal pekan dengan melemah kecuali indeks saham di Shanghai (+1.28 persen) naik signifikan. Pelemahan diperkirakan berlanjut pada perdagangan hari ini, Selasa (3/9/2019).

Sementara itu indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 0,60 persen atau 37.92 poin ke level 6.290.54 pada perdagangan Senin (2/9). Saham-saham produsen rokok memimpin pelemahan dengan GGRM turun 4,43 persen dan HMSP (-2.23 persen).

Indeks Nikkei (-0.41 persen), TOPIX (-0.44 persen) dan HangSeng (-0.38 persen) turun mengiringi kenaikan tarif AS-China yang terbaru.

Tarif Bea masuk Presiden Donald Trump atas impor China senilai US$110 miliar diberlakukan bersamaan dengan tindakan balasan Beijing pada pekan ini, sedangkan saham-saham di Shanghai naik karena otoritas berjanji untuk mendukung likuiditas dan pertumbuhan untuk menopang sentimen negatif dari tensi perdagangan global.

Sementara itu, data indeks kinerja manufakturin PMI oleh Caixin di China rilis di atas ekspektasi kembali pada zona ekspansi berada di kisaran 50,4 dari 49,9.

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. Lanjar Nafi mengatakan, dari dalam negeri, penurunan saham rokok karena sentimen potensi kenaikan cukai yang lebih tinggi melihat RAPBN pemerintah yang besar.

Di sisi lain, saham-saham sektor pertambangan (+1.75 persen) yang naik signifikan tidak mampu berbuat banyak dan menahan laju pelemahan IHSG. “Rumor mengenai stok tambang nikel di Indonesia yang menipis dan pemerintah melarang Eksport Nikel mentah menjadi faktor utama naiknya harga nikel kelevel tertinggi,” tulis Lanjar dalam risetnya.

Sementara itu, data inflasi rilis cukup stabil dengan bertumbuh 3,49 persen scara YoY di bawah ekspektasi.

Bagaimana gerak IHSG hari ini, Selasa (3/9/2019)? Lenjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal tidak berhasil break out Moving Average 50 hari sebagai konfirmasi penguatan lanjutan menuji 6.400.

“Candlestick justru membentuk pola bearish engulfing dengan potensi melanjutkan pelemahan menguji moving average 20 hari. Indikator stochastic membentuk pola dead-cross pada area overbought dengan RSI bergerak bearish reversal momentum setelah menjenuh pada area yang cukup mahal sehingga diperkirakan IHSG masih akan tertekan pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.258-6.326,” katanya.

Sementara itu, saham-saham yang masih dapat dicermati adalah BEEF, JPFA, HMSP, BBTN, TINS, ANTM, INCO, SMRA, WIKA, WSKT

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top