Kurs Tengah Melemah 59 Poin, Rupiah Tertahan Jelang RDG BI

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (20/8/2019) di level Rp14.262 per dolar AS, melemah 59 poin atau 0,41 persen dari posisi Rp14.203 pada Senin (19/8).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  11:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (20/8/2019) di level Rp14.262 per dolar AS, melemah 59 poin atau 0,41 persen dari posisi Rp14.203 pada Senin (19/8).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.333 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.192 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 35 poin atau 0,25 persen ke level Rp14.273 per dolar AS pada pukul 11.15 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka melemah 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.240 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Senin (19/8) rupiah ditutup menguat 2 poin ke level Rp14.238 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.240-Rp14.265 per dolar AS.

Dilansir Bloomberg, rupiah melemah untuk pertama kalinya dalam tiga hari karena investor menanti tinjauan kebijakan Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (22/8/2019).

Menurut 16 dari 23 ekonom yang disurvei Bloomberg, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75 persen pada hari Kamis, sedangkan sisanya memprediksi pengurangan hingga 5,5 persen

Kepala analis makro Asia di Westpac, Frances Cheung mengatakan rupiah kemungkinan akan tertahan menjelang RDG BI karena pasar terpecah tentang proyeksi keputusan suku bunga.

"Kami percaya BI mungkin ingin berhenti sejenak karena sentimen risiko belum pulih secara berkelanjutan,” ungkap Cheung, seperti dikutip Bloomberg.

Rupiah melemah di saat mayoritas mata uang lainnya di Asia juga melemah, dipimpin oleh rupee India yang terdepresiasi 0,26 persen.

 Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Dolar Singapura

1,385

+0,087

Baht Thailand

30,824

+0,078

Yen Jepang

106,57

+0,066

Won Korea Selatan

1.210,5

+0,047

Dolar Hong Kong

7,845

-0,004

Yuan Offshore

7,0747

-0,037

Peso Filipina

53,408

-0,074

Ringgit Malaysia

4,182

-0,084

Dolar Taiwan

31,397

-0,172

Yuan China

7,0679

-0,243

Rupiah

14.273

-0,245

Rupee India

71,6225

-0,265

 

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,032 poin atau 0,03 persen ke level 98,315 pada pukul 11.22 WIB.

Pada awal perdagangan hari ini, indeks dolar AS dibuka menguat 0,017 poin atau 0,02 persen ke level 98,364. Adapun pada akhir perdagangan Senin kemarin, indeks dolar AS ditutup menguat 0,205 poin atau 0,21 persen ke level 98,347.

Dilansir Reuters, dolar AS relatif stabil pada perdagangan hari inimenyusul ekspektasi stimulus baru dari bank-bank sentral dunia serta peningkatan selera aset berisiko yang mengerek imbal hasil obligasi AS.

Imbal hasil obligasi Treasury AS berhasil rebound posisi terendah tiga tahun karena investor kembali mencari ke aset berisiko, terpikat oleh harapan untuk stimulus di negera ekonomi utama seperti Jerman dan China, yang meredakan kekhawatiran resesi global baru-baru ini.

Fokus investor pada hari Selasa akan beralih ke pengaturan pertama dari acuan referensi suku bunga pinjaman baru China di bawah reformasi suku bunga terbaru.

Minat investor global terhadap aset berisiko telah meningkat pekan ini oleh prospek bahwa Jerman mengabaikan aturan anggaran berimbang untuk meningkatkan pengeluaran dan rencana reformasi suku bunga China, yang diharapkan dapat menurunkan biaya pinjaman perusahaan.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

20 Agustus

14.262

19 Agustus

14.203

16 Agustus

14.258

15 Agustus

14.296

14 Agustus

14.234

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bank indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top