Penguatan Menipis di Awal Perdagangan, IHSG Diperkirakan Cenderung Flat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (20/8/2019), meskipun sedikit menipis dari level pembukaan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  09:39 WIB
Penguatan Menipis di Awal Perdagangan, IHSG Diperkirakan Cenderung Flat
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (20/8/2019), meskipun sedikit menipis dari level pembukaan.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau menguat 0,09 persen atau 5,73 poin ke level 6.302,44 pada pukul 09.17 WIB, setelah dibuka menguat 0,24 persen atau 15,19 poin ke level 6.311,91 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (19/8), IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,16 persen atau 10,06 poin ke level 6.296,71.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.301,32-6.317,69.

Tujuh dari sembilan sektor bergerak positif, dipimpin sektor infrastruktur (+0,64 persen) dan aneka industry i(+0,39 persen), sedangkan sektor properti dan finansial masing-masing melemah 0,11 persen dan 0,10 persen.

Dari 651 saham yang diperdagangkan di bursa, 140 saham di antaranya menguat, sedangkan 68 saham melemah, dan 443 saham lainnya stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persen) Tbk. (TLKM) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang masing-masing menguat 0,92 persen dan 1,12 persen menjadi penopang utama atas pergerakan IHSG.

Dilansir dari laman resminya, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memberkirakan bergerak cenderung flat menyusul minimnya sentimen dari dalam negeri.

Samuel Sekuritas mengungkapkan investor mulai optimis adanya stimulus ekonomi di Jerman dan China. Di China, PBoC untuk pertama kalinya akan mengumumkan Loan Prime Rate secara bulanan dengan mekanisme baru, sehingga ada dugaan bank sentral China tersebut akan manurunkan suku bunga acuan dari posisi saat ini 4,35 persen.

Dari Eropa, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz akan menyediakan tambahan belanja senilai 50 miliar euro demi mempercepat perputaran ekonomi. Sementara dari AS, beredar kabar peluang pemangkasan pajak pendapatan warga AS untuk sementara waktu untuk mendorong konsumsi, dengan 67 persen PDB AS berasal dari aktivitas konsumsi.

“Pasar domestik masih diwarnai menunggu kebijakan dari rapat dewan gubenur Agustus yang akan dilakukan tanggal 21-22 Agustus 2019.  Hari ini IHSG diprediksi bergerak flat cenderung menguat,” ungkap tim riset Samuel Sekuritas, Selasa (20/8/2019).

Di sisi lain, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 25 poin atau Rp14.263 per dolar AS pada pukul 09.27 WIB

Adapun indeks Bisnis-27 berbalik melemah 0,06 persen atau 0,33 poin ke level 553,85 pada pukujl 09.19 WIB, setelah dibuka naik 0,35 persen ke level 555,09.

Sementara itu, indeks saham lain di Asia cenderung bergerak menguat pagi ini. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing naik 0,48 persen dan 0,35 persen.

Di China, dua indeks saham utamanya Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing menguat 0,28 dan 0,2 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong stagnan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top