Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) Kantongi Pesanan Batu Bara hingga 2020

Pada semester I/2019, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. melaporkan pendapatan Rp172,90 miliar. Pencapaian itu naik 28,07 persen dair Rp135,00 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  17:26 WIB
Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) Kantongi Pesanan Batu Bara hingga 2020
Direktur Utama PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) Freddy Tedjasasmita (kedua kiri) memberikan penjelasan sesuai pencatatan perdana saham BOSS di Jakarta, Kamis (15/2). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. optimistis dapat meningkatkan kinerja sejalan dengan stabilnya permintaan batu bara kalori tinggi dengan harga premium di atas rerata US$70 per metrik ton.

Direktur Keuangan Borneo Olah Sarana Sukses Widodo Nurly Sumady menjelaskan bahwa rata-rata produksi perseroan sudah meningkat menjadi 75.000 ton per bulan. Pada semester II/2019, perseroan fokus meningkatkan produksi dari kedua tambang yang saat ini sudah beroperasi.

Widodo menargetkan peningkatkan produksi sampai akhir tahun di atas 500.000 ton. Artinya, terjadi kenaikan 200% dari realisasi tahun sebelumnya.

Dari sisi penjualan, emiten berkode saham BOSS itu optimistis dapat mencapai target tumbuh dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

“Batu bara BOSS bahkan sudah dipesan oleh para pembeli sampai tahun depan. Pada 2019, komposisi penjualan kami mengalami penambahan dengan adanya pembeli baru dari Jepang yang sangat segmented pada batubara berkalori tinggi, yaitu Itochu dan Banpu Group selain dari Glenncore,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (15/8/2019).

Sebagai catatan, BOSS memproduksi batu bara kalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Perseroan mengklaim keunggulan itu menjadi kunci untuk bisa memasuki pasar Jepang atau negara maju lainnya yang memiliki pembangkit listrik dengan karakteristik batu bara tersebut.

Dalam pemberitaan Bisnis.com sebelumnya, BOSS menargetkan dapat berproduksi minimal 70.000 metrik ton hingga 80.000 metrik ton per bulan mulai Mei 2019. Produsen batu bara itu juga telah mendapatkan pendanaan dari PT Bank Pan Indonesia Tbk. senilai Rp55 miliar dan US$8,7 juta pada Mei 2019.

Sebelumnya, BOSS juga telah mendapat pembiayaan dari PT BRI Multifinance Indonesia US$2,9 juta pada April 2019.

Pada semester I/2019, BOSS melaporkan pendapatan Rp172,90 miliar. Pencapaian itu naik 28,07 persen dair Rp135,00 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari situ, perseroan membukukan laba bersih Rp11,70 miliar pada semester I/2019. Realisasi tersebut turun 22,72 persen dari Rp15,14 miliar per 30 Juni 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batu bara, emiten tambang

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top