Kurs Tengah Menguat 49 Poin, Mata Uang Asia Sambut Keputusan Trump

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (14/8/2019) di level Rp14.234 per dolar AS, menguat 49 poin atau 0,34 persen dari posisi Rp14.283 pada Selasa (13/8/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  11:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (14/8/2019) di level Rp14.234 per dolar AS, menguat 49 poin atau 0,34 persen dari posisi Rp14.283 pada Selasa (13/8/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.305 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.163 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat tajam 105 poin atau 0,73 persen ke level Rp14.220 per dolar AS pada pukul 11.08 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (13/8), rupiah ditutup melemah 0,53 persen atau 75 poin di level Rp14.325 per dolar AS. Mata uang Garuda ini mulai rebound dari pelemahannya dengan dibuka menguat 0,63 persen atau 90 poin di level Rp14.235 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.220-Rp14.243 per dolar AS.

Mata uang lainnya di Asia mayoritas juga menguat pagi ini, dipimpin won Korea Selatan yang terapresiasi 0,75 persen terhadap dolar AS pada pukul 11.09 WIB (lihat tabel).

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS

Mata uang

Kurs

Pergerakan (persen)

Won Korea Selatan

1.212,85

+0,75

Rupiah

14.220

+0,73

Dolar Taiwan

31,291

+0,68

Rupee India

70,9187

+0,67

Yen Jepang

106,41

+0,31

Yuan Onshore China

7,0217

+0,31

Peso Filipina

52,197

+0,31

Ringgit Malaysia

4,1850

+0,26

Dolar Hong Kong

7,8444

+0,02

Yuan Offshore China

7,0358

-0,33

Dolar Singapura

1,3846

-0,09

Baht Thailand

30,822

-0,05

Nilai tukar won Korea Selatan memimpin penguatan di antara mata uang emerging market Asia setelah pemerintah AS menyatakan akan menunda tarif pada beberapa produk China.

Pada Selasa (13/8) waktu setempat, Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan pemerintahan Trump akan menunda tarif 10 persen untuk barang-barang tertentu asal China, termasuk laptop dan ponsel, yang sedianya akan mulai diberlakukan pada 1 September.

Keputusan itu diumumkan hanya beberapa menit setelah Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa Wakil Perdana Menteri Liu He telah berkomunikasi dengan para pejabat perdagangan AS.

Liu beserta Kepala Perwakilan Perdagangan Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin setuju untuk berbicara lagi melalui telepon dalam dua pekan ke depan, menurut kementerian itu. Sementara itu, Trump mengatakan kedua pihak masih akan bertemu pada awal September sesuai jadwal.

“Mata uang bereaksi terhadap keputusan AS untuk menunda tarif, tetapi ini mungkin hanya akan memberi dampak jangka pendek karena tidak akan mengubah sentimen bearish dari fundamental ekonomi makro di kawasan itu,” ujar Tetsuji Sano, seorang ekonom senior di Sumitomo Mitsui DS Asset Management, Hong Kong.

“Investor mengerti bahwa Trump mengubah kebijakannya untuk kepentingan sendiri dan mereka tidak mengharapkan AS akan berkompromi terlebih dahulu untuk meraih kesepakatan dalam waktu dekat,” tambahnya, dikutip dari Bloomberg.

Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau terkoreksi tipis 0,023 poin atau 0,02 persen ke level 97,789 pada pukul 10.59 WIB.

Pada perdagangan Selasa (13/8/2019), pergerakan indeks mampu berakhir di zona hijau dengan penguatan 0,44 persen atau 0,432 poin di level 97,812.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

Tanggal

Kurs

14 Agustus

14.234

13 Agustus

14.283

12 Agustus

14.220

9 Agustus

14.195

8 Agustus

14.231

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top