PASAR OBLIGASI: Jelang Rilis Data Neraca Dagang, Investor Wait and See

Investor hari ini cenderung akan wait and see karena menanti hasil rilis data neraca dagang pada periode Juli yang akan dikeluarkan Badan Pusat Statistik.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  09:51 WIB
PASAR OBLIGASI: Jelang Rilis Data Neraca Dagang, Investor Wait and See
SURAT UTANG NEGARA

Bisnis.com, JAKARTA--Peluang penguatan harga surat utang negara (SUN) pada perdagangan hari ini diperkirakan terbatasi rilis data neraca dagang periode Juli.

Dikutip dari hasil riset hariannya, Rabu (14/8/2019), analis fixed income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra mengatakan peluang penguatan harga SUN pada perdagangan hari ini terbuka karena melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan sebelumnya, Imbal hasil SUN dengan tenor pendek yakni 1-4 tahun) mengalami kenaikan hingga sebesar 6 bps dengan didorong oleh perubahan di antara 1 - 14 bps.

Kemudian, imbal hasil SUN dengan tenor menengah yakni 5-7 tahun mengalami penurunan hingga 21 bps dengan adanya kenaikan harga hingga 108 bps dan imbal hasil SUN dengan tenor panjang di atas 7 tahun yang mengalami kenaikan hingga 14 bps didorong oleh penurunan harga hingga 102 bps.

Kendati demikian, dia menilai investor hari ini cenderung akan wait and see. Alasannya, investor cenderung menanti hasil rilis data neraca dagang pada periode Juli yang akan dikeluarkan Badan Pusat Statistik.

"Kami perkirakan kenaikan tersebut bergerak terbatas akibat para pelaku pasar yang cenderung menahan diri dan melakukan aksi wait and see menjelang disampaikannya neraca perdagangan untuk periode Juli 2019 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan ini," ujarnya.

Proyeksi harga SUN pada perdagangan hari ini pun dilakukan mengacu pada surat utang beberapa negara pada perdagangan sebelumnya. US Tresury pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat. Adapun, yield US Tresury tenor 10 tahun naik ke level 1,683% dan tenor 30 tahun 2,153%.

Sementara itu, imbal hasil dari surat utang Jerman (Bund) dan surat utang Inggris (Gilt) untuk tenor 10 tahun ditutup mengalami penurunan masing-masing di level –0,612% dan 0,489%.

Atas pertimbangan tersebut, dia juga merekomendasikan agar investor melakukan strategi trading dengan fokus pada pergerakan kurs rupiah di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Beberapa seri SUN yang bisa dicermati yakni FR0053, FR0061, FR0056, FR0059, FR0064, FR0071, FR0078, FR0073 dan FR0058.

"Kami merekomendasikan kepada investor untuk melakukan strategi trading di tengah pergerakan harga surat utang negara yang cenderung bergerak berfluktuasi dengan fokus kepada pergerakan nilai tukar rupiah," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top