Media China Sebut AS Hancurkan Tatanan Internasional

Tuduhan yang diikuti penurunan tajam yuan pada Senin (5/8), dan menyebabkan peningkaan ketegangan antara AS dengan China. Selain itu, harapan untuk memunculkan resolusi cepat terhadap perang dagang juga kian redup. Saat ini, perselisihan AS-China telah meluas hingga ke sektor lain, seperti teknologi.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  07:27 WIB
Media China Sebut AS Hancurkan Tatanan Internasional
Uang kertas dolar AS yang menampilkan pendiri negara Amerika Benjamin Franklin dan uang kertas yuan China yang menampilkan mendiang pendiri Republik Rakyat China Mao Zedong terlihat di antara bendera AS dan China dalam gambar ilustrasi yang diambil 20 Mei 2019. - REUTERS / Jason Lee.

Bisnis.com, JAKARTA – Surat kabar resmi Partai Komunis China menyebut Amerika Serikat (AS) secara sengaja menghancurkan tatanan internasional. Hal itu disampaikan sehari setelah Washington mencap Beijing sebagai manipulator mata uang dalam perang dagang.

Tuduhan yang diikuti penurunan tajam yuan pada Senin (5/8), dan menyebabkan peningkaan ketegangan antara AS dengan China. Selain itu, harapan untuk memunculkan resolusi cepat terhadap perang dagang juga kian redup. Saat ini, perselisihan AS-China telah meluas hingga ke sektor lain, seperti teknologi.

Analis memperingatkan, langkah-langkah yang diambil kedua negara tersebut berpotensi memperluas ruang lingkup perang dagang yang dapat diikuti dengan buruknya pertumbuhan ekonomi global.

Menurut People’s Daily, tanggung jawab negara-negara besar adalah menjaga stabilitas dunia dan membuat keputusan sembari menciptakan kondisi dan peluang pembangunan yang positif bersama semua negara. “Tetapi beberapa orang di Amerika Serikat melakukan hal sebaliknya,” katanya, seperti dikutip dari Reuters, Sealsa (6/8).

Untuk pertama kalinya sejak 1994, Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa China telah memanipulasi mata uangnya. Hal ini menyebabkan perselisihan perdagangan ke wilayah yang belum dipetakan dan menambah hiruk-pikuk penjualan di pasar keuangan global.

Hal tersebut diumumkan beberapa jam setelah China membiarkan mata uang yuan menembus level terendahnya dalam 11 tahun terakhir. Ini menjadi sebuah tanda bahwa Beijing mungkin bersedia menoleransi lebih banyak pelemahan mata uang karena Washington mengancam untuk mengenakan tarif lebih banyak.

Yuan telah jatuh 2,3 persen dalam tiga hari sejak deklarasi mendadak Presiden Donald Trump minggu lalu bahwa ia akan mengenakan tarif 10 persen pada US$300 miliar impor China mulai 1 September mendatang.

Namun, pada Selasa (6/8), yuan tampak stabil di tengah tanda bahwa bank sentral China berusaha untuk menghentikan penurunan dan memicu kekhawatiran perang mata uang global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Sumber : Reuters

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top