Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dibayangi Perlambatan Permintaan di China, Harga Karet Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Januari 2020 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 0,96 persen atau 1,70 poin ke level 175,3 yen per kilogram (kg) dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  15:33 WIB
Petani mengumpulkan getah karet hasil pane - Antara
Petani mengumpulkan getah karet hasil pane - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di Tokyo ditutup melanjutkan pelemahan pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (1/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Januari 2020 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 0,96 persen atau 1,70 poin ke level 175,3 yen per kilogram (kg) dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan kemarin, Rabu (31/7), harga karet kontrak Januari 2020 ditutup dengan pelemahan 0,51 persen atau 0,9 poin ke level 177 yen per kg (lihat tabel).

Sementara itu, harga karet kontrak September 2019 di Shanghai Futures Exchange hari ini berakhir melemah 30 poin atau 0,28 persen ke level 10.640 yuan per ton.

Dilansir Bloomberg, harga karet di Asia turun di tengah kekhawatiran bahwa langkah kebijakan terbaru Federal Reserve AS mungkin tidak cukup untuk mendukung pertumbuhan global sementara permintaan mobil di China akan tetap rendah.

Investor menjual aset berisiko menyusul penurunan besar pasar ekuitas pada hari Rabu, menurut Naohiro Niimura, mitra di Market Risk Advisory di Tokyo.

“Karet juga turun karena angka PMI China yang lebih lemah mencerminkan permintaan otomotif yang buruk,” ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengecewakan dengan memberikan penurunan suku bunga yang tidak cukup agresif untuk melawan perang perdagangan dan mata uang yang diupayakan oleh pemerintahannya.

Indeks S&P 500 turun sebanyak 1,8 persen pada hari Rabu setelah Powell mengatakan dalam konferensi pers bahwa pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin kali ini bukan merupakan langkah awal dari kebijakan pelonggaran jangka panjang.

Sementara itu, data indeks manajer pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) sektor manufaktur China yang dirilis Caixin mencapai level 49.9, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 49.5 namun masih di bawah level 50.

Seperti diketahui, level PMI di atas 50 menandakan sinyal ekspansi aktivitas, sedangkan level di bawah 50 menandakan kontraksi.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Januari 2020 di Tocom
TanggalHarga (yen/kg)Perubahan (persen)
1/8/2019175,30-0,96
31/7/2019177-0,51
30/7/2019177,90-1,71
29/7/2019181-1,31

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top