Powell Redam Ekspektasi Pelonggaran Moneter, Wall Street Melemah

Indeks Dow Jones dan S&P 500 mencatat penurunan persentase harian terbesar mereka dalam dua bulan pada Rabu (31/7/2019) setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell meredam ekspektasi pemotongan suku bunga lebih lanjut meskipun bank sentral menurunkan suku bunga.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  07:50 WIB
Powell Redam Ekspektasi Pelonggaran Moneter, Wall Street Melemah
Bursa Saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Dow Jones dan S&P 500 mencatat penurunan persentase harian terbesar mereka dalam dua bulan pada Rabu (31/7/2019) setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell meredam ekspektasi pemotongan suku bunga lebih lanjut meskipun bank sentral menurunkan suku bunga.

Ketiga indeks saham utama AS mengakhiri sesi lebih rendah setelah Powell mengatakan penurunan suku bunga pertama dalam satu dekade terakhir ini bukanlah awal dari siklus pemotongan suku bunga jangka panjang.

Terlepas dari aksi jual hari ini, ketiga indeks membukukan kenaikan bulanan kedua berturut-turut pada bulan Juli, di mana S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi baru.

"Saya tidak menelan mentah-mentah reaksi spontan (pasar), karena reaksi pertama sering salah," kata Jeff Mortimer, direktur strategi investasi di BNY Mellon Wealth Management, seperti dikutip Reuters.

"Mungkin ada yang mengharapkan lebih dari The Fed, tapi ada banyak yang menunggu untuk menyerap apa yang dijual," Mortimer menambahkan.

Investor mengharapkan penurunan 25 basis poin sebagai penopang tanda-tanda perlambatan ekonomi yang membayangi di tengah perang perdagangan AS-China yang berkepanjangan.

Putaran terakhir perundingan perdagangan AS-China berakhir di Shanghai tanpa kesepakatan, namun kedua belah pihak menyebut pembicaraan itu "konstruktif."

"Pasar sedang mempersiapkan diri untuk negosiasi perdagangan yang panjang," kata Mortimer. "Tidak ada kemajuan, tetapi pasar sudah memperhitungkannya."

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 333,75 poin atau 1,23 persen ke 26.864,27, indeks S&P 500 kehilangan 32,8 poin atau 1,09 persen ke level 2.980,38 dan Nasdaq Composite melemah 98,20 poin atau 1,19 persen ke level 8.175,42.

Seluruh 11 sektor utama dalam S&P 500 ditutup di zona merah, dengan sektor konsumer, bahan baku, dan teknologi menderita persentase kerugian terbesar.

Dari 296 perusahaan di indeks S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan kuartal kedua sejauh ini, 74,7 persen telah melampaui estimasi, menurut data Refinitiv.

Analis saat ini memperkirakan pertumbuhan 1,3 persen untuk kuartal ini, naik dari hanya 0,3 persen pada awal bulan, menurut Refinitiv.

Apple Inc memperpanjang kenaikannya menjadi 2,0 persen setelah peningkatan penjualan wearable dan jasa mengimbangi penurunan penjualan iPhone.

Saham Humana Inc menguat 4,3 persen setelah perusahaan asuransi kesehatan itu mengalahkan estimasi pendapatan kuartal kedua analis dan menaikkan tahun 2019.

Produsen video game Electronic Arts Inc melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh kesuksesan game battle royale "Apex Legends," yang mengirim sahamnya naik 4,4 persen.

Di sisi lain, saham General Electric Co turun 0,7 persen setelah membukukan kerugian kuartalan dan mengumumkan pengunduran diri Chief Financial Officer Jamie Miller.

Produsen chip Advanced Micro Devices Inc merosot 10,1 persen setelah perkiraan pendapatan kuartal ketiga yang mengecewakan, menyeret indeks Philadelphia Semiconductor turun 3,2 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top