Terus Tertekan Sepanjang Perdagangan, IHSG Mampu Ditutup Berbalik Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup berbalik menguat 0,21 persen atau 13,51 poin ke level 6.390,51, setelah dibuka dengan pelemahan 0,23 persen atau 14,89 poin ke level 6.362,11 dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 31 Juli 2019  |  16:23 WIB
Terus Tertekan Sepanjang Perdagangan, IHSG Mampu Ditutup Berbalik Menguat
Karyawan berada di depan papan elektronik yang menampilkan harga saham di Jakarta, Senin (22/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona hijau pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (31/7/2019), meskipun sempat melemah sepanjang perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup berbalik menguat 0,21 persen atau 13,51 poin ke level 6.390,51, setelah dibuka dengan pelemahan 0,23 persen atau 14,89 poin ke level 6.362,11 dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Adapun pada perdagangan kemarin, Selasa (30/7), IHSG ditutup rebound dengan penguatan 1,24 persen atau 77,96 poin ke level 6.377,0.

Sepanjang perdagangan, indeks terus bergerak melemah, namun menjelang akhir perdagangan, pelemahan indeks berangsur menipis hingga berbalik menguat. Hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.349,0 – 6.390,51.

Lima dari sembilan indeks sektoral IHSG ditutup menguat, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat 1,58 persen dan disusul sektor barang konsumsi yang naik 1,41 persen.

Di sisi lain, empat sektor melemah dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor aneka industri yang melemah 2,92 persen.

Dari 652 saham yang diperdagangkan, 199 saham menguat, sedangkan 237 saham melemah, dan 216 saham lainnya stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang menguat 2,71 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG hari in, disusul saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 7,78 persen.

Berbanding terbalik dengan IHSG, bursa saham lainnya di Asia rata-rata melemah hari ini, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing turun 0,66 persen dan 0,87 persen.

Di China, dua indeks saham acuannya yakni Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 0,67 persen dan 0,9 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,31 persen.

Dilansir Reuters, bursa Asia diguncang oleh kekhawatiran perang perdagangan baru menyusul ancaman dari Presiden AS Donald Trump terhadap China.

Pada sore hari ini waktu AS, Federal Reserve secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan lebih dari satu dekade lalu.

Ketika putaran baru perundingan perdagangan AS-China dimulai di Shanghai, Trump mengatakan di akun Twitter-nya bahwa jika ia memenangkan pemilihan ulang pada November 2020 maka mungkin tidak akan ada kesepakatan dengan China sama sekali.

"Kami memperkirakan The Fed untuk memotong suku bunga sebesar 25 basis poin dan membuka kemungkinan penurunan suku bunga lebih lanjut, yang seharusnya cukup untuk membuat pasar puas," kata Mayank Mishra, analis makroekonomi di Standard Chartered Bank, seperti dikutip Reuters.

"Pembicaraan perdagangan AS-China baru saja dimulai setelah jeda panjang. Saya tidak berpikir ada ekspektasi yang tinggi mengenai kesepakatan perdagangan," lanjutnya.

Sementara itu AS dan China mengakhiri babak baru perundingan dagang yang berlangsung di Shanghai setelah prosesnya sempat terhenti selama hampir 3 bulan, tanpa adanya kemajuan yang berarti untuk mengakhiri pertikaian berkepanjangan.

Delegasi AS termasuk Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer menyelesaikan agenda perundingan dagang dengan rekan mereka dari China, salah satunya Wakil Perdana Menteri Liu He, pada Rabu (31/7/2019), siang.

Menurut laporan yang dikumpulkan Bloomberg, agenda pertemuan yang berlangsung di Xijiao State Guest Hotel, Shanghai, berjalan cepat. Para delegasi AS dikabarkan telah bertolak ke bandara.

Kedua pemerintah kemungkinan akan merilis sebuah pernyataan dalam waktu dekat. Menanggapi hasil perundingan ini, futures S&P 500 tergelincir dari level tertinggi.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodePerubahan (persen)

HMSP

+2,71

BRPT

+7,78

UNVR

+1,28

TLKM

+0,70

Saham-saham penekan IHSG:
KodePerubahan (persen)

ASII

-3,78

BBCA

-0,48

BBRI

-0,44

UNTR

-2,25

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top