Pelangi Indah Canindo (PICO) Bangun Pabrik Baru

PT Pelangi Indah Canindo Tbk. berencana membangun pabrik baru di Marunda Jakarta Utara, dengan investasi sekitar Rp40 miliar sampai Rp50 miliar pada 2019.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  17:45 WIB
Pelangi Indah Canindo (PICO) Bangun Pabrik Baru
Ilustrasi - pic.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelangi Indah Canindo Tbk. berencana membangun pabrik baru di Marunda Jakarta Utara, dengan investasi sekitar Rp40 miliar sampai Rp50 miliar pada 2019. 

Direktur Pelangi Indah Canindo Rubianto mengatakan, saat ini perseroan dalam tahap negosiasi untuk akuisisi lahan seluas 1 hektar di Marunda, Jakarta Utara. Alokasi dana untuk pabrik baru berasal dari pinjaman bank sebesar 70 persen dan kas internal sebesar 30 persen.

Pabrik yang ditargetkan selesai kuartal IV ini diarahkan untuk melayani permintaan drum steel Pertamina di wilayah Plumpang. Relokasi pabrik tersebut dapat memangkas biaya pengiriman dari Rp10.000 per unit menjadi Rp4.000 per unit. 

Sementara itu, pabrik eksisting yang berlokasi di Jatiuwung, Cikupa, Tangerang dan Cilacap tetap memproduksi pengemasan drum berbahan baja dan pengemasan drum berbahan plastik. 

"Satu line berproduksi 6.000 unit per hari. Nantinya akan berkurang 3.000 unit per hari, untuk direlokasi ke pabrik Marunda," kata Rubianto dalam public expose insidentil di BEI, Selasa (30/7/2019).

Pada 2019, emiten berkode saham PICO mengincar penjualan Rp791,38 miliar. Hingga 30 Juni 2019, perseroan mengantongi penjualan Rp407,5 miliar atau naik 14,6 persen secara tahunan. Adapun laba yang diraih mencapai Rp10,4 miliar di semester I/2019 atau 50 persen dari target Rp20 miliar sepanjang tahun ini. 

Lebih lanjut Rubianto mengatakan perseroan berencana meningkatkan free float mencapai 16 persen hingga akhir tahun ini. Guna memperbesar porsi kepemilikan publik, pendiri melepas saham yang dimiliki saat ini menjadi 43,14 persen dari semula 61,81 persen. 

"Perusahaan belum pernah melepas saham milik pendiri sehingga free float-nya kecil. Sehingga, pendiri melepas sahamnya perlahan dan pasar merespons seperti itu [harga saham naik signifikan]," kata Rubianto. 

Sebagai informasi, Bursa melakukan penghentian sementara perdagangan saham emiten berkode PICO ini, di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan besok, 29 Juli 2019. Penghentian sementara perdagangan saham PICO sehubungan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Pada penutupan perdagangan Jumat (26/7/2019), saham PICO parkir di level Rp1.410 per saham, menguat 20 persen atau naik 235 poin. Saham telah ditransaksikan sebanyak 675 kali dengan volume perdagangan 4,56 juta saham, sehingga nilai transaksi sebesar Rp6,46 miliar. 

Sepanjang tahun berjalan, saham PICO telah memberikan imbal hasil 464 persen. Di level harga saham tersebut, perusahaan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp801,41 miliar dan memiliki price earning ratio (PER) sebesar 38,11 kali. 

Sebelumnya, Bursa telah melakukan suspensi terhadap saham perusahaan yang bergerak di bidang produsen kemasan logam ini, pada perdagangan 25 Juli 2019. Berselang sehari, Bursa membuka suspensi atas perdagangan saham PICO di pasar reguler dan pasar tunai mulai perdagangan sesi I pada 26 Juli 2019. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korporasi

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top