Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR OBLIGASI: Investor Disarankan Wait and See dengan Potensi Beli Terbatas

Pada perdagangan hari ini cenderung tak pasti karena pelaku pasar masih mencermati peluang penurunan suku bunga oleh The Fed. Kendati pasar obligasi merespons positif pernyataan Gubernur Bank Sentra AS, Jerome Powell tentang prospek ekonomi AS, penurunan suku bunga masih dinanti.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  08:55 WIB
PASAR OBLIGASI: Investor Disarankan Wait and See dengan Potensi Beli Terbatas
SURAT UTANG NEGARA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyarankan agar pelaku pasar obligasi wait and see dengan potensi beli terbatas pada perdagangan hari ini, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya, pada perdagangan hari ini cenderung tak pasti karena pelaku pasar masih mencermati peluang penurunan suku bunga oleh The Fed. Kendati pasar obligasi merespons positif pernyataan Gubernur Bank Sentra AS, Jerome Powell tentang prospek ekonomi AS, penurunan suku bunga masih dinanti.

Hal itu berdampak pada naiknya harga obligasi jangka pendek secara signifikan. Sementara itu, hal yang sama tak terjadi pada harga obligasi jangka panjang. Menurutnya, pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell dalam FOMC Meeting menjadi sentimen sesaat karena penurunan suku bunga belum dilakukan.

“Kami merekomendasikan wait and see dengan potensi beli dengan volume terbatas,” ujarnya dalam riset harian, Jumat (12/7/2019).

Lebih lanjut, langkah yang kurang lebih sama pun terlihat pada kebijakan moneter di Eropa menyusul masuknya laporan ekonomi yang menunjukkan keadaan memburuk sehingga penurunan suku bunga pun menjadi salah satu opsi penyelamatan. Di samping itu, masalah perang dagang China-AS belum usai.

AS mengeluhkan langkah China yang belum meningkatkan pembelian produk pertaniannya pascapertemuan G20. Terlebih, AS turut campur dalam masalah yang terjadi antara China-Hong Kong. Kedua hal itu lantas menekan hubungan China-AS. Oleh karena itu, dia menyarankan agar pelaku pasar tetap waspada terhadap faktor-faktor yang memengaruhi perubahan di pasar obligasi pada perdagangan hari ini.

Maximilianus pun merekomendasikan beberapa seri obligasi benchmark, seperti seri FR077 dan FR079 untuk dicermati pada perdagangan hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi
Editor : Ana Noviani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top