Optimisme Kesepakatan AS-China Surut, Bursa Eropa Gagal Menguat

Bursa Eropa belum berhasil menguat dan hanya berakhir flat pada perdagangan Kamis (27/6/2019), seiring dengan menyurutnya optimisme seputar prospek kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  06:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa gagal menguat dan berakhir flat pada perdagangan Kamis (27/6/2019), seiring dengan menyurutnya optimisme seputar prospek kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Berdasarkan data Reuters, indeks Stoxx 600 Eropa berakhir flat, setelah tertekan di zona merah selama beberapa hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Sebelum ditutup, Stoxx sempat naik 0,4 persen, didorong tanda-tanda progres antara Washington dan Beijing dalam menyelesaikan sengketa perdagangan mereka yang telah mengguncang pasar selama setahun terakhir.

Namun, penasihat Gedung Putih Larry Kudlow pada Kamis (27/6/2019) menyatakan tidak ada perjanjian khusus yang telah dibuat sebelum pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-selat KTT G20 akhir pekan ini.

Pemerintah AS, menurut Kudlow, masih bersikeras tentang perubahan struktural pada kekayaan intelektual dan mekanisme penegakan China.

Pejabat pemerintahan Trump lainnya juga mengatakan kepada Reuters bahwa sangat kecil kemungkinan untuk mencabut sanksi-sanksi terhadap raksasa telekomunikasi China Huawei Technologies.

Sejumlah analis sebelumnya telah memperingatkan tentang adanya optimisme yang berlebihan.

“China kecil kemungkinan akan membuat lebih banyak konsesi daripada yang telah mereka buat dan tentu saja mereka tidak akan membuat jenis konsesi yang diharapkan Trump, dan pada akhirnya perang perdagangan akan berlanjut,” ujar Simona Gambarini, seorang ekonom pasar di Capital Economics di London, seperti dikutip dari Reuters.

Penurunan bursa Eropa dipimpin oleh sektor real estat dan energi, masing-masing turun 1,1 persen dan 0,8 persen.

Meski sebagian besar indeks negara utama di kawasan ini ditutup flat hingga ke posisi lebih rendah, indeks DAX Jerman, yang sensitif atas isu-isu perdagangan, justru mampu naik 0,2 persen didorong oleh penguatan saham Bayer sebesar 8,7 persen.

Saham Bayer naik setelah kelompok ini menyewa seorang pengacara dan membentuk sebuah komite untuk menangani proses pengadilan glyphosate. Selain itu, pemegang saham Elliott Associates mengatakan telah meningkatkan saham senilai 1,1 miliar euro di perusahaan itu.

Saham dengan kenaikan terbesar pada indeks Stoxx 600 adalah H&M yang melonjak 13,7 persen setelah peritel fesyen asal Swedia ini mengatakan penjualan koleksi musim panasnya dimulai dengan awal yang baik dan telah menjual lebih banyak pakaian dengan harga penuh.

Pernyataan optimistisnya mendorong kenaikan 2,2 persen di sektor ritel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa eropa, perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top