Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wall Street Variatif, Pasar Tunggu Tatap Muka Trump-Xi Jinping

Pergerakan indeks S&P 500 di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir di posisi lebih rendah pada perdagangan Senin (24/6/2019), ketika kenaikan di sektor teknologi dibayangi oleh penurunan perusahaan perawatan kesehatan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  06:24 WIB
Bursa Wallstreet - Reuters
Bursa Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks S&P 500 di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir di posisi lebih rendah pada perdagangan Senin (24/6/2019), ketika kenaikan di sektor teknologi dibayangi oleh penurunan perusahaan perawatan kesehatan.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup turun 0,17 persen atau 5,11 poin di level 2.945,35 dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,32 persen atau 26,01 poin ke level 8.005,70. Namun indeks Dow Jones Industrial Average mampu berakhir naik tipis 0,03 persen atau 8,41 poin di level 26.727,54.

Indeks Nasdaq tergelincir tetapi saham industri yang sensitif pada isu tarif, dipimpin oleh Boeing Co., berhasil mendorong indeks blue-chip Dow Jones Industrial Average membukukan kenaikan tipis.

Sementara itu, enam dari 11 sektor utama pada S&P 500 melemah, dipimpin saham energi yang mencatatkan penurunan persentase terbesar seiring dengan melemah harga minyak mentah.

Saham United Technologies Corp. naik 1,1 persen setelah Cowen & Co. menaikkan rekomendasi perusahaan ini menjadi "outperform" dari "market perform”.

Di sisi lain, saham Celgene Corp. tergelincir 5,5 persen setelah Bristol-Myers Squibb Co. mengumumkan bahwa rencana kesepakatan senilai US$74 miliar untuk membeli produsen obat itu diperkirakan akan ditutup pada akhir 2019 atau awal 2020, lebih lambat dari yang diharapkan. Saham Bristol-Myers pun turun 7,4 persen.

Meski mengakhiri sesi perdagangan Senin di zona merah, indeks S&P 500 tetap berada di kisaran level penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Kamis lalu (20/6/2019) setelah pasar bereaksi terhadap pernyataan dovish dari Federal Reserve AS.

Pasar kini menantikan tatap muka Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Jepang pada 28-29 Juni. Perundingan perdagangan kedua negara gagal mencapai kesepakatan bulan lalu setelah AS menuding China mengingkari komitmen yang dibuat sebelumnya.

Para pelaku pasar berharap Trump dan Xi Jinping akan meredakan eskalasi perang perdagangan mereka yang telah dipandang bertanggung jawab atas perlambatan ekonomi global.

“Pelaku pasar mencermati The Fed dan menantikan hasil yang memungkinkan dari G20, juga bagaimana hal itu pada gilirannya dapat mempengaruhi The Fed ke depannya,” ujar Bruce Monrad, ketua dan wali amanat di Northeast Investors Trust di Boston.

“Pemangkasan suku bunga Fed pada Juli mungkin akan terjadi tetapi bisa agak bergantung pada apa yang terjadi di G20,” tambah Monrad.

Pergerakan Bursa Wall Street 24 Juni

IndeksLevelPerubahan (persen)
Dow Jones26.727,54+0,03
S&P 5002.945,35-0,17
Nasdaq8.005,70-0,32

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top